Aksi Solidaritas Masyarakat Semarang Peduli Palestina dan Muslim Selandia Baru

SEMARANG (Asatu.id) – Ratusan orang yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Semarang menggelar aksi damai bertajuk membangun kepedulian warga Kota Semarang terhadap Palestina, baru-baru ini.

Aksi damai dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat ini di inisiasi oleh Aksi Cepat Tanggap Jawa Tengah (ACT Jateng) dengan memusatkan massa di depan kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah.

Aksi ini adalah bagian dari ikhtiar terbaik untuk membangun kepedulian masyarakat Semarang, agar publik turut prihatin dengan penjajahan yang masih terjadi di Palestina oleh zionis Israel. Selain itu masyarakat juga diajak untuk peduli dengan tragedi kemanusiaan yang menimpa muslim di Selandia Baru.

Pekikan lagu Indonesia Raya berkumandang di sepanjang Jalan Pahlawan kota Semarang, pertanda aksi damai, yang menghadirkan setidaknya 200 simpatisan, resmi dimulai.

“Kita memang tidak bisa datang menemui mereka, kita tidak bisa menjabat tangan saudara seiman di Palestina, namun yakinlah saudara, insya Allah doa dan juga bantuan kita di sini akan menjadi energi terhebat bagi saudara teraniaya!,” kata Kepala wilayah ACT Jateng Sri Suroto saat melakukan orasi.

Ia menambahkan, sudah seharusnya penjajahan di atas dunia harus dihapuskan! Bangsa Indonesia secara tegas menyatakan itu, maka mari kita sebagai warga negara yang mengaku cinta Indonesia sudah seharusnya berjuang membela kemerdekaan Palestina.

Merespon tragedi kemanusiaan yang dialami warga Palestina, Suroto mengungkapkan bahwa ACT sudah menyiapkan berbagai program bantuan.

“Salah satu program untuk membersamai Palestina, pada bulan April mendatang, ACT insya Allah kita akan memberangkatkan minimal 2000 ton beras yang akan berlayar dari Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, ACT Jateng juga mengutuk keras aksi penembakan yang menelan korban sebanyak 50 orang di Masjid An Noor dan Masjid Linwood, Christchurch , Selandia Baru.

“Dua di antara korban penembakan adalah WNI, Alhamdulillah  kami sudah memberangkatkan keluarga korban menuju Selandia Baru,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *