Pemerintah Harus Dorong UMKM Agar Bisa Eksis ke Luar Negeri

Pemerintah Harus Dorong UMKM Agar Bisa Eksis ke Luar NegeriSEMARANG (Asatu.id) – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan, untuk meningkatkan program UMKM hingga ekspor perlu perhatian dan support dari pemerintah.

Pertama, mulai dari support pembiayaannya. Kedua, bagaimana mempersiapkan keterampilan dan SDM pelaku UMKM.

“Di Jogja punya SDM yang bagus, mungkin itu perlu dikembangkan lagi supaya lebih produktif dan kompetitif,” katanya.

Yang ketiga, lanjut dia, memberikan akses yang luas untuk pemasarannya, sehingga produksi ekspornya meningkat.

Selama ini, diakuinya, UMKM masih terkendala jaringan distribusi dan logistiknya. Salah satunya pembiayaan transportasi ekspornya.

“Mungkin perlu difasilitasi. Pemerintah perlu membantu UMKM supaya bisa eksis di luar negeri.” tandasnya.

Kendati begitu, ia mengakui, produk UMKM yang ada di Indonesia mempunyai kualitas yang baik. Di Jogja dan Jawa Barat, misalnya, ada industri padat karya yang berkualitas ekspor. Contohnya, tekstil dan kerajinan tangan.

“Kalau dilihat dari marketnya terbuka sangat luas, terutama negara yang berstatus sedang berkembang seperti di kawasan Afrika. Negara di Afrika membutuhkan produk primer, seperti pakaian, makanan, dan obat-obatan. Kita bisa produksi di Indonesia,” ujarnya.

Sebagai latar, pertumbuhan industri kreatif di Yogyakarta sudah terlihat dalam satu dekade terakhir. Banyak faktor yang mendukung Yogyakarta dinilai nyaman bagi industri kreatif.

Pertama ialah ketersediaan sumber daya manusia, ditopang banyaknya perguruan tinggi dengan berbagai jurusan. Di luar kampus, berbagai komunitas kreatif bisa ditemukan di kota ini sebagai sarana untuk berbagi informasi dan pengetahuan antar anggotanya.

Faktor kedua Yogyakarta terkenal dengan biaya hidup yang relatif murah. Dari segi infrastruktur yang dibutuhkan seperti internet dan sewa bangunan bisa dikatakan cukup terjangkau. Hal ini menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang ramah untuk tumbuhnya perusahaan rintisan (startup) digital. Karena faktor-faktor itu, potensi industri kreatif digital di Yogyakarta sangat luar biasa besar.

Apalagi, saat ini kawasan Baciro, Kota Yogyakarta akan dibangun menjadi bisnis distrik berisi pusat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Convention Center, dan Hotel berbintang. Pengembangan kawasan itu sinergi dengan kawasan Stasiun lempuyangan dan PD Tarumartani.

Keberadaan bisnis distrik yang dilengkapi pusat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Convention Center, dan Hotel berbintang tersebut diharapkan mampu meningkatkan ekonomi DIY dan mencitrakan DIY sebagai kota wisata budaya dan MICE.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *