Ciptakan Peluang Bisnis, Generasi Muda Yogya Kembangkan Industri Kreatif Berbasis Lokal dan Budaya

Ciptakan Peluang Bisnis, Generasi Muda Yogya Kembangkan Industri Kreatif Berbasis Lokal dan BudayaSEMARANG (Asatu.id) – Kemajuan teknologi yang pesat harus dimanfaatkan secara positif oleh generasi muda untuk membangun iklim ekonomi. Industri kreatif berbasis budaya menjadi salah satu opsi yang sangat berpeluang untuk dikembangkan, termasuk di Yogyakarta.

Politisi muda Partai NasDem, Anggiasari Puji Aryatie mendorong kalangan muda, untuk berinovasi dan berusaha di industri ini.

“Sebagai kader dan politisi muda NasDem, saya mendukung penuh kreatifitas generasi muda untuk menciptakan peluang bisnis yang sesuai dengan minat dan bakat mereka,” ujar Anggia, Kamis (21/3).

Caleg NasDem dari Dapil DIY itu mengatakan, banyak generasi muda di Yogyakarta yang telah mengembangkan industri kreatif yang memiliki nilai lokal dan budaya. Salah satunya adalah kerajinan kulit. Bahkan pasar dari produk tersebut sudah mendunia, tentu dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Contohnya di Yogya banyak pengrajin kulit anak muda, dan produknya sudah merambah pasar Internasional, dengan bantuan teknologi dan penjualan online,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Anggia mengatakan, para pelaku industri kreatif dan seniman di Yogya memiliki wadah untuk saling berbagi pengetahuan tentang seni dan budaya. Dengan demikian, nilai-nilai budaya akan tetap terlestarikan di tengah kemajuan zaman.

“Yogya sangat terbuka untuk mengekspresikan kreatifitas mereka. Teman-teman muda ini menggali dan belajar dari para senior yang sudah menekuni bisnis kerajinan dan industri kreatif lainnya. Kemudian dikembangkan sesuai dengan perkembangan dan dinamikanya saat ini,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata dia, ada tiga hal yang perlu didorong kedepannya. Pertama, iklim usaha dan perdagangan yang nyaman, dimana akan berefek kepada terbukanya lapangan pekerjaan yang lebih luas. Kedua, peningkatan kapasitas para pelaku industri kreatif melalui pelatihan dan pendampingan. Ketiga adalah pasar dan jejaring.

“Penting juga bagi kaum muda untuk mengikutsertakan teman-teman kaum difabel yang bergerak di bidang itu,” ujar Anggia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *