Dinas Perdagangan : Pembagian Lapak Pasar Tambaklorok Utamakan Pedagang Lama

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, pembagian lapak dan kios di Pasar Tambaklorok tersebut akan mengutamakan pedagang lama. Meski begitu, nantinya tetap semua pedagang akan dimasukkan ke dalam pasar.

“Kuota di dalam Pasar Tambaklorok akan mampu menampung sebanyak 187 pedagang,” katanya, Senin (18/3).

Lebih lanjut, Fajar mengungkapkan, apabila terjadi jumlah pedagang menjadi overload, maka akan dibuatkan shelter lagi di halaman belakang pasar. Di mana shelter tersebut mampu menampung 30 pedagang.

“Jangan sampai pedagang lama justru tidak dapat tempat. Karenanya tadi saya kumpulkan,” ujarnya.

Fajar juga mengungkapkan, Senin (kemarin), sebanyak 67 pedagang ikan basah, daging, dan ayam diundi untuk mendapatkan kios dan lapak.

“Besok kita undi lagi, kalua tidak cepat selesai nanti selalu rebut. Adapun untuk sembako besok kita rapatkan kembali di lantai dua Pasar Tambaklorok,” katanya.

Adapun bangunan Pasar Tambaklorok terdiri dari dua lantai. Dikatakan Fajar, pedagang yang ditempatkan di gedung baru Pasar Tambaklorok sekaligus untuk mengikis lingkungan Tambaklorok yang dulu kumuh.

“Di mana sekarang menjadi tertata rapi terkait dengan pembangunan kawasan Tambaklorok yang disulap menjadi Kampung Wisata Bahari Tambaklorok. Begitu pedagang Tambaklorok yang biasa berjualan di pinggir jalan, pindahan masuk ke dalam Pasar Tambaklorok, lalu lapaknya langsung dibongkar,” jelasnya.

Menurut Fajar, jumlah pedagang ikan basah yang menempati lantai 1 ada 72 pedagang. Sedangkan lantai 2 untuk pedagang sembako. Rabu, sudah mulai ditempati ikan basah, daging dan ayam potong.

“Kami mengutamakan pedagang asli atau warga Tambaklorok menempati Pasar Tambaklorok untuk mencari rezeki. Dan pedagang masuk ke dalam Pasar Tambaklorok, tidak dipungut biaya,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *