Belajar dari Bali, Pengobatan Tradisional Pun Masuk Perda

Belajar dari Bali, Pengobatan Tradisional Pun Masuk PerdaSEMARANG (Asatu.id) – Provinsi Bali diharapkan menjadi rujukan dari studi komparasi yang dilakukan Komisi E DPRD Jateng perihal penyusunan draf raperda Sistem Kesehatan Provinsi (SKP). Bali dinilai mampu mengelola sistem kesehatan baik secara kebijakan maupun penganggaran.

Guna menggali data secara keseluruhan, belum lama ini Komisi E melakukan studi banding  ke Dinas Kesehatan Bali. Rombongan diterima Kabid Pelayanan Kesehatan, dokter Iwan.

Saat pertemuan, Wakil Ketua Komisi E, Joko Purnomo mengatakan, dalam pembuatan SKP Jawa Tengah memerlukan data dan informasi yang pas agar hasil raperda nanti dapat digunakan dengan baik dan mencapai hasil yang maksimal.

“Saling kerja sama dan sumbangsih antara Bali dan Jawa Tengah karena sama-sama berproses mengenai Sistem Kesehatan Provinsi, apakah ada naskah raperda di Provinsi Bali yang mungkin tidak ada di naskah raperda Provinsi Jawa Tengah,” kata Wakil Komisi E tersebut.

​Anggota Komisi E lainnya, Adi Rustanto turut menambahkan, dalam proses pengembangan raperda Sistem Kesehatan Provinsi harus ada kemajuan yang akan dicapai. Termasuk pula konsistensi terhadap basis tiap provinsi benar-benar terwujud dan dibutuhkan. Menurut dia, kesehatan saat ini sebaiknya sudah mengarah pada proses kesehatan modern.

“Manajemen kesehatan, model pelayanan harus sudah dikembangan dengan modern kesehatan, sejauh mana provinsi mewujudkan sistem modern kesehatannya?” kata anggota Komisi E tersebut.

Menanggapi hal itu, dokter Iwan mengatakan, sebetulnya Dinkes Bali juga sedang dalam proses penyusunan SKP serta melakukan studi komparatif terkait hal tersebut. Sejauh ini SKP yang sedang disusun masih pada taraf pengumpulan informasi.

Provinsi Bali akan membuat sistem kesehatan salah satunya adalah “One Comment” serta banyak sistem lain yang akan menyusul, perlu diketahui dalam proses pengembangan sistem kesehatan modern tidak mudah karena ditemukan banyak kendala sehingga sistem ini belum terselessaikan dengan baik.

“Kami sudah ada proses guna mengembangkan sistem kesehatan modern bagi Bali sendiri, banyak hal yang harus diperbaiki agar tertata rapi dalam pembuatannya, serta dalam naskah raperda yang dimiliki Bali yang dirasa tidak ada di provinsi lain,” ucapnya.

Menariknya lagi, lanjut dia, Bali sudah memulai menumbuhkan sistem pengobatan tradisional yang aman.

“Ini terkait Bali sebagai provinsi wisata yang besar di Indonesia, sehingga kami ikut membawa unsur kesehatan tradisional yang aman guna memperkuat pariwisatanya juga, saling bekerja sama antarlembaga pemerintahan yang ada di Bali,” kata Iwan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *