Pedagang Kampung Bahari Segera Tempati Pasar Tambaklorok

SEMARANG (Asatu.id) – Para pedagang di sekitar wilayah Kampung Wisata Bahari akan mulai menempati Pasar Tambaklorok pada pekan depan. Pasar Tambaklorok diperkirakan mampu menampung sekitar 200 pedagang.

“Lokasi terdiri atas 72 los di lantai satu, sementara di lantai dua terdiri atas los kosong dan 15 kios. Los kosong tersebut rencananya digunakan bagi pancakan, diperkirakan menampung sekitar 100 pedagang,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Fajar Purwoto, kemarin.

Saat ini, lanjut Fajar, Dinas Perdagangan Kota Semarang tengah melakukan proses pengukuran untuk membagi kios pancakan di lantai dua.

”Keberadaan pasar baru ini diharapkan membuat kondisi di kawasan Kampung Wisata Bahari Tambaklorok tidak lagi terlihat kumuh. Sekarang, petugas penataan sedang mengukur los hingga Jumat. Kami sosialisasikan untuk relokasi pedagang pada Senin, agar Rabu seluruh pedagang sudah masuk ke dalam pasar,” ungkapnya.

Selain itu, Fajar juga mengungkapkan, seandainya los kosong belum mampu menampung pedagang, pihaknya akan membuat shelter di belakang pasar. Lokasinya berada di tempat parkir.

”Kami masih bisa buatkan sekitar delapan shelter di parkiran. Selama ini, jumlah pedagang memang seringkali bertambah setelah pasar direvitalisasi. Misalnya saja, kami memiliki data lama pedagang di Tambaklorok jumlahnya tercatat 90 orang. Pendataan terbaru, jumlahnya naik sekitar 200 pedagang. Walaupun begitu, kami akan memprioritaskan dulu pedagang lokal dari warga sekitar untuk menempati los yang masih kosong,” ujarnya.

Menurut Fajar, Pasar Tambaklorok sebenarnya baru akan diserahkan secara resmi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kepada Pemkot Semarang April mendatang.

Namun, dia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak proyek dan stakeholder terkait lainnya, untuk menempatkan pedagang secepat mungkin. Penempatan secepatnya diperlukan agar pembangunan Kampung Wisata Bahari Tambaklorok tidak terhambat. Soalnya, para pedagang masih berjualan di sepanjang jalan tersebut.

”Pasar ini ternyata dibangun cukup bagus, dengan pengaturan ventilasi udara yang cukup dan jaringan air bersih. Juga dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Kami akan menempatkan satu kepala pasar dan dua juru pungut, untuk menarik retribusi pasar,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *