Kalahkan PSM, PSIS Gagal Raih Tiket 8 Besar Piala Presiden

MAGELANG (Asatu.id) – PSIS Semarang memenuhi janjinya untuk menutup laga penyisihan grup C Piala Presiden 2019 dengan kemenangan. Namun, kemenangan tipis 1-0 atas PSM Makassar, di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu malam (16/3), tidak mampu mengangkat tim Kota ATLAS untuk lolos ke babak 8 besar.

Satu-satunya gol PSIS Semarang dicetak pemain legiun asing asal Brasil Claudio Marini Jr melalui tendangan penalti pada menit 84. Dengan tambahan tiga poin penuh ini, PSIS yang mengoleksi enam poin harus puas di posisi ketiga.

Sementara tiket delapan besar diraih Kalteng Putra. Pada laga sebelumnya, Kalteng Putra secara gemilang menenggelamkan Persipura Jayapura dengan skor menyakinkan 3-1.

Sebenarnya di grup C ini tiga tim, yakni Kalteng Putra, Persipura dan PSIS, sama-sama mengantongi enam poin. Namun, Kalteng Putra unggul dalam head to head, sehingga berhak meraih tiket 8 besar.

Laga PSIS melawan PSM sejak babak pertama berlangsung seru. Kedua tim sama-sama bermain agresif dan menyerang. PSIS yang mencoba meraih tiket 8 besar terus berusaha mencecar pertahanan PSM.

Sayang serangan yang dibangun Hari Nur Yulianto mudah terbaca PSM, sehingga dapat dimentahkan. Sebaliknya, serangan tim tamu lebih tertata, sehingga beberapa kali gawang PSIS yang dijaga Jandia Eka Putra terterus dibombardir barisan ujung tombak PSM.

Bahkan, pada menit 24 gawang tim tuan rumah nyaris kebobolan. Beruntung, tembakan jarak jauh pemain asing PSM, Marc Klok mampu ditepis kiper utama PSIS.

Lima menit jelang babak pertama usai, giliran Rasyid Bakri yang memberi ancaman, tapi tetap gagal berbuah gol. Babak pertama pun harus berakhir dengan skor imbang tanpa gol.

Memasuki babak kedua, PSIS mencoba menaikkan tempo permainan. Perubahan strategi ini sedikit membawa perubahan pada pola penyerangan anak-anak asuhan Jafri Sastra.

PSM yang tidak ingin dipermalukan di turnamen ini, mencoba mengimbangi permainan cepat yang dikembangkan Laskar Mahesa Jenar.

Gol yang ditunggu para pendukung PSIS akhirnya lahir pada menit 84. Gol ini tercipta melalui tendangan penalti Marini, menyusul pelanggaran Rasydi di area terlarang.

Tertinggal gol, PSM berusaha memaksimalkan sisa waktu dengan melancarkan serangan gencar. Namun, gelandang bertahan PSIS cukup siap, sehingga mereka mampu mengantisipasi serangan lawan dan melancarkan serangan balik cepat.

Kendati kedua tim berusaha menambah gol, kedudukan 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah tetap tidak berubah hingga pertandingan babak kedua berakhir.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *