Program “5 NG” Jateng Jadi Pilot Project UNFPA

Program “5 NG” Jateng Jadi Pilot Project UNFPASEMARANG (Asatu.id) – Keberhasilan Jawa Tengah menangani kematian ibu melahirkan bakal dijadikan pilot project atau proyek percontohan oleh United Nations Population Fund (UNFPA). Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5 NG) telah berhasil menurunkan angka kematian ibu (AKI) sekitar 14% per tahun sejak diluncurkan pada 2016 silam.

Country Director UNFPA Indonesia, Annete Sach mengatakan, selama ini, UNFPA telah menjalin kerjasama dengan sejumlah kementerian, salah satunya untuk menekan angka kematian ibu melahirkan. Meski telah melakoni sejumlah program, namun hasilnya belum menggembirakan.

“Kerja kami salah satunya soal keselamatan perempuan dalam reproduksi. Melihat progres di Jawa Tengah, saya sangat yakin apa yang kita lakukan ini akan berhasil. Cara yang dipakai Jawa Tengah akan kami jadikan pilot project,” katanya saat berkunjung di Rumah Dinas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kamis (14/3).

Dalam kesempatan itu, Anne didampingi Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI dr Anung Sugihantono. Anne menjelaskan, programnya bersama kementerian selama ini mempelajari mekanisme kematian atau kesakitan ibu hamil secara sistematis.

“Itu bukan sekadar karena kesehatan. Sebagian besar karena hal sepele, seperti informasi kehamilan atau perhatian dari keluarga. Harapannya, supaya kematian ibu karena kehamilan tidak boleh terjadi. Penyebab kematian ibu semakin kita hilangkan,” ujarnya.

Ditambahkan, UNFPA merupakan lembaga di bawah badan otoritas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) United Nations Development Program (UNDP). Dalam kerangka kerjanya, badan ini meningkatkan kewaspadaan dan mengelola dukungan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai Millennium Development Goals (MDG’s).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *