Ketua DPRD Jateng Tegaskan Pentingnya Program Pencegahan Narkoba

Ketua DPRD Jateng Tegaskan Pentingnya Program Pencegahan Narkoba​SEMARANG (Asatu.id) – Ketua DPRD Jawa Tengah, Dr Rukma Setyabudi, menandaskan pentingnya tindak pencegahan penyalahgunaan narkoba. Sejalan dengan itu, perang melawan penyalahgunaan narkoba juga terus digalakan oleh seluruh elemen pemerintahan di Jawa Tengah.

Penegasan itu disampaikan Rukma dalam acara Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan DPRD Provinsi Jateng dengan tema “Jawa Tengah Darurat Narkoba”, di Gedung Berlian, Kamis (14/3/).

Selain Rukma, beberapa narasumber hadir dan memberi paparan, antara lain Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjen Pol Drs Muhammad Nur, SH, M.Hum, dan dosen Fakultas Hukum Undip Dr Pujiyono, SH, Mhum.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Ditreskrim Narkotika Polda Jawa Tengah, Kelapa Lapas Kelas 1 Semarang Dadi Mulyadi yang juga mewakili dari Kementerian Hukum dan HAM, aktivis mahasiswa, aktivis antinarkoba dan undangan lainnya.

Rukma Setyabudi lebih lanjut mengungkapkan, sasaran pengedar narkoba untuk sekarang ini sudah semakin luas sehingga perlu dilakukan pencerdasan secara komprehensif. Dengan dilakukan pendidikan pencegahan narkoba, generasi muda dan keluarga bisa menekan peredaran di masyarakat.

“Untuk menyukseskan hal tersebut, kami DPRD Provinsi Jateng berencana untuk membuat regulasi sehingga pemberantasan narkoba di Jawa Tengah bisa maksimal,” tutur Rukma.

Politikus PDIP itu menerangkan, salah satu yang bisa dilakukan saat ini adalah dengan menjaga keluarga masing masing. Sebagai instansi terkecil dalam bernegara, keluarga menjadi benteng terakhir dan terdekat untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.

Ssmentara Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjen Pol Drs Muhammad Nur, SH, M.Hum mengungkapkan bahwa untuk menjauhkan Jateng dari darurat narkoba maka harus diputus rantai peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Kita selesaikan secara komprehensif, antara demand permintaan dan supply penyedia atau pengedar harus kita tekan. Kita sudah secara tindakan, dan kita perlu kuatkan pencegahan untuk mengurangi pengguna.” kata Nur.

Nur menjelaskan bahwa dengan melakukan kegiatan pencegahan kepada masyarakat, secara otomatis permintaan akan narkoba berkurang. Sehingga peredaran narkoba bisa ditekan.

Sedang dosen Fakultas Hukum Undip Dr Pujiyono, SH, MHum menggambarkan, perang terhadap narkoba akan terus terjadi manakala sebab musabab penyalahgunaan narkoba tidak dipecahkan.

“Ini hanya akan jadi buih laut, bisa jadi akan semakin besar. karena kita tidak mencari solusi akan sebab penyalahgunaan narkoba. Jangan cuman kegiatan penindakan saja, kita selesaikan dari hulu.” jelas Kepala Hukum Kriminal Undip itu.

Pujiyono mengungkapkan bahwa saat ini di daerah luar Jawa sudah ada perda dan program bersama masyarakat untuk penyelesaian Narkoba. Perda yang mengeliminir faktor pidana dengan program fasilitasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *