Ribuan Warga Grobogan Milih Nyoblos di Luar Domisili

Ribuan Warga Grobogan Milih Nyoblos di Luar Domisili​GROBOGAN (Asatu.id) – Sekitar 1.000 orang lebih memutuskan untuk menyoblos di luar Kabupaten Grobogan, sedangkan pemilih yang baru datang/masuk berjumlah 400-an orang. Demikian diungkapkan oleh Komisioner KPU Kabupaten Grobogan Moh. Makrus, dihadapan Komisi A DPRD Jateng yang memantau kesiapan penyelenggara Pemilu 2019 di Kantor KPU setempat, Rabu (13/3).

Ia mengatakan, bagi pemilih yang menyoblos di luar kabupaten atau di luar domisilinya, tidak akan mendapatkan surat suara DPD, DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota saat masa pencoblosan pada 17 April mendatang. Namun, pemilih tersebut masih bisa menyoblos surat suara pilpres.

“Banyak alasan kenapa mereka memutuskan untuk memilih diluar atau pindah dapil. Mungkin salah satunya yakni alasan pekerjaan,” katanya.

Soal penyelenggaraan di TPS, Komisioner KPU lainnya Suwiknyo mengaku semua SDM penyelenggara sudah siap melaksanakan tugasnya, termasuk petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di tiap tempat pemungutan suara (TPS). Jumlah TPS sendiri sebanyak 4.629 di tiap kecamatan.

Mengenai saksi partai politik (parpol), ia menekankan bahwa setiap saksi harus mengantongi surat mandat atau surat tugas dari parpolnya masing-masing dan menyerahkannya ke petugas KPPS di tiap TPS. Hal itu sesuai dengan peraturan KPU (PKPU) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Umum.

“Jadi, setiap saksi dari parpol yang masuk ke TPS jumlahnya cuma satu tapi boleh bergantian dengan rekannya. Jika parpol tertentu tidak bisa menghadirkan saksinya tapi surat mandat terkirim dan diterima KPPS, maka parpol berhak mendapatkan Formulir C1-KWK (Hasil Penghitungan Perolehan Suara di TPS),” kata Suwiknyo.

Sebagai informasi, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Grobogan sebanyak 1.122.269 pemilih. Dari angka itu, sebanyak 557.711 pemilih laki-laki dan 564.558 pemilih perempuan. Jumlah pemilih itu tersebar di 19 kecamatan yang memiliki 280 desa/kelurahan.

Mendengar hal itu, Komisi A DPRD Jateng tetap meminta KPU berupaya semaksimal mungkin agar gelaran Pemilu 2019 tetap kondusif. Seperti diutarakan Sekretaris Komisi A, Ali Mansyur, KPU selaku pihak penyelenggara harus mampu meningkatkan minat/ partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.

“Integritas menjadi modal utama penyelenggara untuk menyukseskan Pemilu 2019,” kata Ali.

Ia juga mengaku sangat berterima kasih dengan semua informasi yang disampaikan para komisioner, terutama soal surat mandat saksi. “Informasi itu sangat berguna bagi pengurus parpol yang ingin menempatkan saksinya di tiap TPS dengan mengantongi surat mandat sesuai PKPU Nomor 3 Tahun 2019,” ucapnya.

Untuk diketahui, rombongan dewan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono itu diterima oleh  Ketua KPU Kabupaten Grobogan Agung Sutopo didampingi Sekretaris KPU Amin Nur Hatta. Di Kantor KPU yang berada di Jalan S. Parman Kecamatan Purwodadi tersebut, Komisi A juga bertemu dengan Komisioner KPU, Joko Widodo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *