Putus Sekolah Turun Drastis, Hendi Apresiasi Peran Serta Insan Pendidikan

Putus Sekolah Turun Drastis, Hendi Apresiasi Peran Serta Insan PendidikanSEMARANG (Asatu.id) – Angka putus sekolah di Kota Semarang dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri mencatat, dari tahun 2015 hingga tahun 2017 angka putus sekolah di Kota Semarang pada jenjang SMP mengalami penurunan yang cukup drastis.

Dimana pada tahun 2015, angka putus sekolah pada jenjang SMP mencapai 18,42 persen, sementara di tahun 2017 mengalami penurunan yakni menyisakan 6,81 persen.

Terkait hal itu, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, capaian positif tersebut tak lepas dari peran serta seluruh insan pendidikan yang ada di Kota Semarang. Olehkarena itu, pihaknya mendorong seluruh insan pendidikan untuk terus bergerak agar tak lantas mengendorkan semangatnya untuk membentuk generasi emas Kota Semarang.

“Cara nya bagaimana? Salah satunya dengan berupaya agar menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang nyaman bagi siswa – siswi,” katanya, Kamis (14/3).

Lebih lanjut, Hendi sapaan akrab Walikota itu mengungkapkan, pihaknya mendorong agar sekolah – sekolah di Kota Semarang juga dapat menjadi tempat bagi para siswa melakukan aktualisasi diri.

“Saat ini sekolah tidak hanya menjadi tempat mencari ilmu, tetapi juga harus menjadi rumah kedua yang memberi kenyamanan bagi para siswa,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Hendi, sekolah juga harus membuka akses untuk para siswa dapat menunjukkan kreatifitasnya kepada masyarakat.

“Misalnya dengan membuka akses agar dunia luar melihat berbagai karya seni, budaya, atau penelitian yang dihasilkan oleh para siswa,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *