Eksplorasikan Ide, Kelompok Wayanggaga Ajak Kolaborasi Anak SD Nongkosawit 2 Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Dalam sebuah pertunjukan seni perlu melibatkan anak-anak. Tidak hanya menjadi penonton saja, namun mereka bisa diajak kolaborasi sebagai pemain.

Hal tersebut dikatakan Koordinator Kelompok Wayang Kontemporer Wayangaga, Pambuko Septiardi usai melakukan pentas kolaborasi, Kamis (14/3).

Kelompok Wayanggaga ini tengah mengajak kolaborasi pertunjukan bersama anak-anak Sekolah Dasar Negeri Nongkosawit 02, Gunungpati Semarang.

“Perlu melibatkan anak dalam sebuah pertunjukan. Anak tidak cukup menjadi penonton saja, melainkan juga aktif sebagai pemain,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut dia, anak bisa diajak untuk berani tampil mengeksplorasi ide mereka. Menurutnya, kalau sudah terbiasa tampil, jadi menarik bagi perkembangan anak itu sendiri.

Pria yang akrab disapa Pambuko ini menerangkan, dalam sebuah pertunjukan yang melibatkan anak kecil, konten cerita merupakan hal yang menarik untuk dibahas.

“Anak memiliki ide dan imajinasi tersendiri yang kadang tidak tercapai orang dewasa. Nah tugas kita, yang dewasa adalah memberi jalur, membuat wadah agar ide, imajinasi, cerita yang dibangun anak-anak tetap terarah,” jelasnya.

Tak hanya itu, imbuh dia, cerita yang dirangkai bersama lebih mendekatkan anak-anak dengan kerajinan yang sudah jarang mereka temui.

“Media kami wayang terbuat dari alang-alang. Kalau kita bikinkan ceritanya juga belum tentu menarik bagi anak-anak. Beda kalau mereka yang bikin, kemudian dimainkan dengan media wayang kami. Ini juga pendekatan agar mereka mau mengenal kerajinan tradisi,” tuturnya.

Sementara itu, Tata, salah satu pemain dalam pentas kolaburasi mengaku senang bisa terlibat. Saat bermain dirinya menjadi tokoh Spongebob yang selalu mendukung teman-temannya saat dalam keadaan susah.

“Asyik, bisa main bareng sama teman-teman. Saya jadi Spongebob,” ungkapnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *