Siapkan 50 Juta Per Kelurahan, Hendi Ubah Semarang Jadi Kota Sehat

Siapkan 50 Juta Per Kelurahan, Hendi Ubah Semarang Jadi Kota SehatSEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mentargetkan 2019 ini Kota Semarang akan menjadi kota sehat kategori wistara atau kategori tertinggi.

Hal itu disampaikan Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang itu saat menghadiri Rapat Koordinasi penguatan Kota Semarang menuju kota sehat wistara 2019 dan mendukung pencapaian indikator Sustainable Development Goal’s/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Selasa (12/03) di Hotel Grasia.

“Penghargaan merupakan bonus, yang penting Pemerintah terus berusaha agar kotanya aman, nyaman dan bersih bagi masyarakat,” tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, Hendi juga memotivasi para Lurah dan Camat untuk tegas, disiplin dalam menjaga daerahnya, menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi  antara OPD terkait, termasuk dengan Tim Kota Sehat.

“Dalam pencapaian WISTARA kuncinya adalah para Lurah, Camat yang tegas dan disiplin terhadap kebersihan, kenyamanan wilayahnya, koordinasi yang baik dengan OPD dan bergandengan tangan saling bekerja sama,” ungkapnya.

Setelah melaunching Kota Sehat pada 14 Mei 2014, telah banyak program yang dilakukan oleh Wali Kota sebagai implementasi dari Kota Sehat. Di bidang kesehatan, Hendi yang juga merupakan politisi PDI Perjuangan telah meluncurkan UHC (Universal Health Coverage).

Kemudian di bidang kebersihan, Hendi berhasil menggerakkan semua stakeholder untuk merawat kebersihan di lingkungan masing-masing, termasuk penganggaran untuk forum sebesar 50 juta per Kelurahan.

Keberhasilan juga dicapai Hendi di bidang kesehatan dengan melakukan upaya-upaya yang berhasil menurunkan peringkat Kota Semarang dalam hal penyakit DBD.

“Tahun 2010 hingga 2012, Kota Semarang pernah meraih peringkat tertinggi dalam hal penderita penyakit DBD. Tentu ini bukan hal yang membanggakan, sehingga Saya mendorong Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk kemudian melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara intensif yang pada akhirnya berhasil menjadikan Kota Semarang tidak lagi menjadi kota dengan penderita DBD tertinggi di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Pihaknya pun optimis bila setiap pihak bersinergi dan berfokus pada masyarakat maka penghargaan WISTARA bakal berhasil diraih.

“Tidak ada wilayah yang sempurna tapi yakin kalau kita bersinergi bersama, upaya membuat masyarakatnya nyaman dan aman bisa tercapai, WISTARA bisa tercapai,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *