Pesan Ganjar kepada 185 Kades Terpilih di Jateng

Pesan Ganjar kepada 185 Kades Terpilih di JatengPURBALINGGA (Asatu.id) – Ratusan Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Purbalingga begitu antusias mengikuti acara Ngopi Bareng Mas Ganjar di objek wisata Owabong Kabupaten Purbalingga, Senin (11/3) malam.

Ditemani kopi dan aneka camilan, para kades begitu asyik mengikuti acara yang juga dihadiri Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, jajaran kepala dinas serta Forkopimda Kabupaten Purbalingga.

Uniknya, dari ratusan Kades yang hadir tersebut, sebanyak 185 kades adalah mereka yang baru saja memenangkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di daerahnya masing-masing. Mereka baru akan dilantik pada 13 Maret nanti dan resmi menjabat selama enam tahun ke depan.

Berbagai tema dibicarakan dalam kesempatan itu. Namun yang menjadi fokus pembicaraan Gubernur Ganjar, persoalan pengelolaan dana desa dan optimalisasi potensi desa yang baik dan benar.

“Saya itu dulu yang ikut menyusun soal dana desa ini. Sejak dulu, kekhawatirannya memang sama, bisa tidak ya para kepala desa memanfaatkan ini dengan baik. Karena ini banyak kades baru, saya pesan hati-hati mengelola dana desa, harus benar-benar transparan,” katanya.

Gubernur juga meminta para kades baru tersebut tidak kaget dan kebingungan dalam mengelola dana desa. Maka, dia meminta agar kades benar-benar mengedepankan integritas dan transparansi.

“Saya mengingatkan, sudah banyak lho kasus yang muncul terkait pengelolaan dana desa ini. Maka perencanaan, monitoring dan evaluasi harus benar-benar transparan,” tegas mantan anggota DPR RI ini.

Integritas dan transparansi, lanjut dia, adalah hal yang mutlak dilakukan. Karenanya, kades ditekankan untuk tidak melakukan tindakan di luar kewenangannya.

“Hati-hati, jangan sampai menyesal di kemudian hari,” tambahnya.

Untuk menanggulangi adanya hal yang tidak diinginkan, Ganjar menyarankan para kades membuat skala prioritas dan melibatkan partisipasi masyarakat dalam penyusunan program kerja. Selain untuk pengawasan dengan partisipasi masyarakat diharapkan pembangunan akan sesuai dengan kebutuhan.

“Dengan partisipasi, representasi pembangunan akan sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat. Kalau semua itu dilakukan, maka dalam masa jabatan kades selama enam tahun itu, hasilnya akan bisa terukur,” ucapnya.

Disinggung keluhan para kades terkait administrasi pengelolaan dana desa yang sulit, Ganjar mengatakan pihak kabupaten dan provinsi siap membantu. Jika ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan, para kades diminta tidak segan mencari petunjuk.

“Apalagi, sekarang ada program yang dilakukan oleh beberapa kabupaten dengan mendiklatkan para kades terpilih. Ini cara bagus agar para kades memiliki bekal ilmu untuk mengelola desa, termasuk di dalamnya dana desa. Kalau mereka didiklat, maka harapannya mereka akan lebih siap,” tukas gubernur.

Dalam kesempatan itu, Plt Bupati Purbalingga, Dyah hayuning Pratiwi mengapresiasi kunjungan kerja Gubernur Ganjar ke Purbalingga. Apalagi dalam kesempatan itu, Ganjar mengadakan dialog dengan kades yang banyak di antaranya adalah kades baru.

“Di Purbalingga ini ada 224 kepala desa, di mana mayoritas di antaranya yakni 185 kades adalah kades baru yang akan dilantik pada 13 Maret nanti. Momentum ini sangat menarik dan bermanfaat untuk pembekalan para kades dalam nanti bekerja di desa masing-masing,” ucapnya. (IS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *