Mayjen TNI Mochamad Effendi Ingatkan Para Prajurit Bijak Gunakan Media Sosial

SEMARANG (Asatu.id) – Pada apel Dansat yang mengusung tema : “Melalui Apel Dansat Kodam IV/Diponegoro 2019, Kita Wujudkan Kesiapan Satuan dan Profesionalisme Prajurit Dalam Rangka Mendukung Keberhasilan Tugas Pokok TNI AD”, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi SE MM memberikan penekanan khususnya mendekati kampanye terbuka pada Pemilu Pilpres dan Pileg 2019.

Pangdam menegaskan prajurit harus memegang teguh netralitas, tidak boleh mendukung/memihak pada pasangan calon mana pun. Netralitas TNI tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“Kita adalah alat negara yang berperan untuk menjaga pertahanan negara. Peran prajurit adalah mengawal setiap tahapan Pemilu agar bisa berjalan lancar dan tetap pada kondisi dan situasi yang aman dan kondusif,” tegas Pangdam.

Dituturkan, merujuk pada Pasal 2 UU No 34 Tahun 2004  tentang TNI menyatakan bahwa jati diri TNI adalah sebagai tentara rakyat,  tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional. Sebagai tentara profesional,  salah satu unsur yang harus dilaksanakan TNI adalah tidak berpolitik praktis berarti bahwa TNI tidak dipilih, memilih atau memihak salah satu pasangan calon. TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan. Politik TNI adalah politik negara.

Menyikapi perkembangan teknologi informasi saat ini, Mayjen TNI Mochamad Effendi mengingatkan para prajuritnya untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Hati-hati dengan postingan-postingan di media sosial, para prajurit harus bisa lebih bijak setiap share berita melalui media sosial’ serta tidak mudah terpancing maupun terprovokasi dengan berita hoax,” imbuh Pangdam.

Terkait dengan pelaksanaan kampanye, orang nomor satu di Kodam IV mengingatkan kepada anggota agar lebih cermat dalam melaksanakan tugas tugas pengamanan. Kepada para kontestan/peserta pemilu dihimbau tidak menggunakan tempat ibadah dan fasilitas TNI sebagai sarana dalam kampanye. Dan kepada seluruh masyarakat khususnya Jateng dan DIY agar senantiasa menjaga kondusivitas wilayah.

Ditanya insan media terkait kesiapan pengamanan Kodam IV dalam menghadapi Pemilu, Pangdam mengatakan Kodam IV telah menyiapkan sebanyak 14.000 personel untuk bergabung dalam pengamanan Pemilu tentunya sesuai permintaan Kepolisian. Pasukan tersebut selanjutnya akan digelar di wilayah di Jateng dan Yogyakarta sesuai kebutuhan serta terkoordinasi dengan satuan kepolisian setempat. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *