DPRD Jateng dan Bawaslu ‘Jagongan Pemilu’ untuk Cegah Politik Uang

SEMARANG (Asatu.id) – Menghadapi pemilu 17 April mendatang, Bawaslu masih mewaspadai terjadinya praktik money politics (politik uang). Seperti dilakukan Bawaslu Kabupaten Semarang, yang sampai sekarang masih terus  melakukan sosialisasi pencegahan pelanggaran tersebut.

Di hadapan Komisi A DPRD Jateng, Muhammad Talkhis selaku Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang mengatakan, persiapan yang sudah dilakukan saat ini adalah membentuk pengawas di tiap tempat pemungutan suara (TPS).

“Rakor di tingkat kecamatan juga dilakukan untuk pengawasan wilayah,” kata Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Semarang itu di kantornya, baru-baru ini.

Sementara, anggota Bawaslu Kabupaten Semarang, Syahrul Munir menambahkan, upaya pencegahan terus dilakukan agar tidak terjadi pelanggaran politik uang. Pihaknya menggelar sosialisasi pencegahan itu dengan nama ‘Jagongan Pemilu’ yang dilaksanakan hingga RT/ RW. Tidak hanya itu, ada pula sosialisasi ‘Desa Antipolitik Uang’ yang dilakukan hingga Maret ini.

“Dalam sosialisasi itu, kami memaparkan kinerja pengawasan terhadap pelanggaran pemilu. Semangat kami di sini adalah pencegahan,” kata Koordinator Divisi Pengawasan Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Semarang itu.

Soal pelanggaran yang terjadi, ia mencatat ada tiga kasus. Yakni, dugaan tindak pidana pemilu berupa politik uang, vonis Pengadilan Negeri onslag (lepas), dan pelanggaran administrasi.

“Kami berharap masyarakat di Kabupaten Semarang ikut mengawasi jalannya proses pemilu agar praktik politik uang bisa dihindari,” ucapnya, sembari menambahkan total daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 778.848 dari jumlah penduduk Kabupaten Semarang sekitar 1,10 juta jiwa.

Mendengar penjelasan tersebut, Anggota Komisi A DPRD Jateng, Sriyanto Saputro, mengaku sangat mengapresasi upaya yang telah dilakukan bawaslu itu. Ia juga berharap praktik politik uang dapat diminimalisir pada gelaran pemilu tahun ini. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *