Siswa SD Diajak Mengenal dan Mencintai Buah Lokal

MAGELANG (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak sejumlah siswa SD Negeri 01 Borobudur, Magelang berkeliling dari stan ke stan untuk mencicipi berbagai macam jenis buah asli Nusantara dalam pembukaan Festival Buah Jawa Tengah ke-4 di Lapangan Samudra Raksa Pintu 8, Kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Sabtu (9/3). Mereka pun diajak menebak nama buah yang dimakan.

“Hari ini kita ajak mereka bermain. Bukan hanya mencicipi rasanya saja, tetapi di pikiran mereka sudah teringat. Jadi akhirnya mereka kenal dan mau mengonsumsi buah-buahan,” kata Wagub.

Dengan telaten, pria yang biasa dipanggil Gus Yasin itu mengenalkan beberapa buah lokal khas Jateng yang sudah langka di pasaran. Sebut saja buah kawista, mundu, hingga kesemek.

“Di Rembang, banyak kawista. Favorit saat cuaca lagi panas-panasnya. Disimpan dalam kulkas, top rasanya. Waktu saya kecil, ditaburi pakai gula enak tenan. Tetapi sekarang anak-anak sudah enggak kenal (buah kawista),” ujarnya.

Gus Yasin juga mengajak masyarakat untuk lebih mengapresiasi buah-buahan lokal Jateng, termasuk menanamnya di pekarangan rumah. Selain itu, dia juga meminta buah produk lokal Jateng didaftarkan sebagai kekayaan buah asli Indonesia.

“Kita dorong dan kenalkan bahwa Jateng kaya buah lokal. Untuk mengamankannya, segera didaftarkan supaya tidak ada lagi negara lain yang mengklaim. Seperti kesemek, ternyata di Suriah juga ada. Dan itu rasanya nikmat manis bukan main. Ada pahit sepet-sepetnya yang ngangenin,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng Suryo Banendro menambahkan, festival buah yang menginjak tahun ke empat ini sebagai upaya untuk mengajak sekaligus mendorong masyarakat lebih mencintai buah-buahan lokal. Pihaknya juga mengadakan lomba buah unggulan berupa durian, manggis, pisang, duku dan alpukat. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *