Musypimwil Muhammadiyah Usung Tema Konsolidasi Politik Kebangsaan dan Ekonomi Keumatan

PEKALONGAN (Asatu.id) – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, iman dan taqwa mesti diwujudkan dengan perbuatan iman dan saleh, bukan dalam retorika teologis. Apalagi, dengan pijakan paham Islam yang kokoh, yang damai dan toleran.

“Kita berpijak pada paham Islam yang kokoh. Dan dari inilah kita membawa Islam yang tengahan, Islam damai, Islam toleransi. Meskipun berbeda cara, kita saling menghargai. Tetapi di saat yang sama membawa kemajuan peradaban bangsa ini,” tandasnya.

Hal itu disampaikan Haedar Nashir saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) Muhammadiyah Jateng bertajuk “Konsolidasi Politik Kebangsaan dan Ekonomi Keumatan” di Gedung Olahraga dan Seni Budaya Jetayu, Kota Pekalongan, Sabtu (9/3).

Musypimwil dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Dalam kesempatan itu, Gus Yasin, panggilan akrab wagub kembali mengingatkan, menjelang Pilpres dan Pileg mendatang, seluruh masyarakat agar tidak tercerai berai hanya karena perbedaan pilihan. Sebab, perbedaan adalah rahmat dari Allah SWT.

Sudah semestinya, lanjut Gus Yasin, semua merawat Indonesia, merawat Jateng. Apalagi, warga sudah bertahun-tahun hidup bersama, susah senang bersama.

“Bangsa kita sekarang sudah enak. Dulu orangtua kita makan gaplek, sekarang makan nasi. Dulu jarak Semarang-Pekalongan berjam-jam, sekarang hanya ditempuh satu jam. Mohon kiranya apa yang kita miliki sekarang ini mari kita kembangkan dan sejahterakan. Sehingga kedamaian dan kemakmuran anak cucu kita nanti bisa makin baik,” pesannya.

Selain Gus Yasin dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dalam Musypimwil yang berlangsung 9-10 Maret 2019 tersebut juga dihadiri Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen Mochamad Effendi, hingga Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *