Peringati HUT ke 13, Daniel Creative School Tanamkan Karakter Anak lewat Seni Drama

Para siswa dan guru terlibat dalam pentas drama pada HUT Ke-13 Daniel Creative School Semarang, Jumat (8/3)

SEMARANG (Asatu.id) – Menanamkan karakter yang baik kepada anak dapat dilakukan di lingkungan sekolah, mulai dari pembelajaran di kelas hingga kegiatan praktik.

Daniel Creative School (DCS) melakukan hal itu kepada peserta didik di tingkat kelompok belajar (KB) hingga Taman Kanak-Kanak (TK), salah satunya dengan menggelar pentas drama dalam rangka HUT Ke-13 sekolah tersebut.

Dua drama dengan judul “Perapian yang Menyala” dan “Daniel di Gua Singa” ditampilkan di aula TK-KB DCS di Jl Kalimas Raya No A45 Semarang, Jumat (8/3).

Drama dengan pemeran utama tokoh Al Kitab dan wakil raja bernama Daniel dari zaman Nebukadnezar itu diangkat agar para siswa meneladani sikap dan karakter baiknya.

“Dengan mengangkat tema Becoming Daniel Generation, kami ingin menanamkan karakter baik dari tokoh Daniel ke anak-anak. Adapun, karakter itu di antaranya, memiliki intelektual yang baik, ketaatan kepada Tuhan, dan selalu mematuhi peraturan,” tutur koordinator acara HUT Ke-13 DCS, Lisda Girsang.

Pada penampilan drama tersebut sebanyak 160 anak antara usia 3-5 tahun berakting membawakan peran dan berdialog antara lain sebagai raja, rakyat, tokoh Daniel dan sahabat-sahabatnya. Para siswa tampak menghayati peran yang mereka mainkan dan bersemangat saat tampil.

Kepala Sekolah TK-KB DCS, Camelia Missel menuturkan, penampilan drama ini merupakan refleksi dari pembelajaran siswa selama di kelas.

“Cerita dan drama yang kami tampilkan ini adalah penerapan dari pembelajaran sehari-hari yang dijalani siswa di sekolah. Selain mengadopsi kurikulum K13, kami juga menerapkan pembelajaran dengan model sentra unggulan,” katanya.

Jadi, lanjut dia, sistem pelajaran kami konsep model moving class dan siswa akan mendatangi guru di tiap-tiap sentra. Adapun, drama adalah salah satu sentra yang dipelajari siswa disamping sentra yang lain seperti, memasak, musik, komputer, pengenalan alam, waktu untuk Yesus, hingga kelas speaking.

Pada kesempatan tersebut, selain menampilkan pentas drama dari para siswa, para guru DCS juga mendapat apresiasi dalam pemilihan Miss Award oleh siswa dan orang tua. Ada empat kategori dalam penghargaan bagi para guru disana antara lain, Miss Discipline, Miss Best Communication, Miss Favorit Anak, dan Miss Favorit Orang Tua.

Salah satu orang tua siswa, Cicilia Renata menuturkan, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan baik pentas drama ataupun Miss Award. Sebab, upaya ini sangat baik untuk mengapreasiasi siswa dan guru.

“Sebagai orang tua yang anaknya sekolah disini saya merasakan banyak manfaat dan pengalaman. Saya melihat anak saya selalu senang dalam belajar baik secara akademis ataupun ketrampilan, disamping itu juga tidak meninggalkan nilai religius dalam pembelajaran,” katanya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *