Latih Mahasiswa Berdakwah, USM Gelar Latihan Kepemimpinan Islam

SEMARANG (Asatu.id) – Perkembangan teknologi yang begitu pesat di jaman milenial ini membawa dampak pada penyampaian dakwah, kalau zaman dulu orang berdakwah dengan face to face secara langsung untuk menyampaikan pesan dakwah, namun sekarang bisa menggunakan inivasi media teknologi tanpa harus ketemu orangnya seperti youtube, facebook dan beberapa perangkat media sosial lainnya.

Hal tersebut dikatakan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah Dr KH In’amuzzahidin MA saat mengisi acara Latihan Kader Kepemimpinan Islam (LKKI) bagi mahasiswa Universitas Semarang (USM), kemarin.

In’amuzzahidin berpendapat dakwah di era milenial harus bisa diterima dikalangan milenial, sehingga perlu adanya inovasi dalam berdakwah.

“Pesan dakwah saat ini bisa disampaikan melalui media sosial, yang terpenting dakwah itu disampaikan dengan bahasa yang tidak menyinggung orang lain, dan tidak mengandung unsur hoaks. Hal ini mengingat sebuah dakwah diharuskan untuk merangkul bukan justru memukul, dakwah itu ramah bukan marah,” ungkapnya.

“Selain itu perlu trik khusus dalam menyampaikan dakwah agar peserta atau audien tidak jenuh misalnya dengan membawakan hikayah atau cerita yang bisa menambah suasana empati dari audien terhadap kisah yang disampaikan sehingga lebih mengena,” tambahnya.

Selain narasumber dari pesantren pantia juga menghadirkan narasumber dari dosen FTIK USM Saiful Hadi MKom, mantan wakil rektor III Iswoyo serta narasumber dari alumni.

Para peserta selain mendapatkan materi tentang dakwah mereka juga dapat materi SWOT, manajemen dakwah, manajemen organisasi, motivaton training, outbond serta praktek mengajar  TPQ.

Sementara Saiful Hadi mengatakan, salah satu bekal dakwah yang harus dimiliki adalah kemampuan komunikasi atau public speaking yang baik, sehingga apa yang disampaikan seorang pendakwah akan mudah diterima.

“Selain itu ada beberapa cara untuk mengajak seseorang untuk datang ke masjid seperti disediakan wifi gratis, minuman gratis, sehingga orang tertarik untuk datang ke masjid dan akhirnya menjadi aktif di masjid dan berubah menjadi lebih baik,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *