Piala Presiden, PSIS Dipermalukan Persipura Jayapura

MAGELANG (Asatu.id) – PSIS Semarang dipermalukan tamunya, Persipura Jayapura 1-3 pada laga pertama Grup C Piala Presiden 2019, di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Rabu malam (6/2).

Tiga gol kemenangan tim Mutiara Hitam masing-masing dicetak Titus Bonai pada menit 11,  Imanuel Wanggai (45) dan Boaz Solossa (75). Sementara satu-sati gol tim tuan rumah yang memperkecil kekalahan diceploskan striker asingnya, Claudio Marini menit 50.

Di hadapan ribuan pendukungnya, PSIS tidak mampu mengimbangi permainan cepat yang dikembangkan Persipura Jayapurna. Pada babak pertama, Boaz Salossa dan kawan-kawan mendominasi jalannya permainan.

Serangan demi terus dilancarkan barisan penyerang Persipura yang dimotori Boaz Salossa. Sebaliknya, PSIS terlihat kurang bisa mengantisipasi permainan cepat lawannya.

Pada menit 11, gawang PSIS yang dijaga Jandia Eka Putra kebobolan oleh tembakan Titus Bonai setelah mampu kerja sama secara apik dengan Boaz Solossa dan Oh In-Kyun.

Ketinggalan satu gol membuat PSIS berusaha membalas. Melalui stiker asing dari Brasil, Claudir Marini Junior, PSIS pada menit 26 nyaris menyamakan kedudukan. Sayang, akibat kurang konsentrasi tembakannya belum menemui sasaran.

Dua menit kemudian, Ibrahim Conteh juga gagal menyesaikan tugasnya. Tembakan pemain berkulit legam itu dimentahkan barisan belakang Persipura.

Pemain debutan baru, PSIS, Septian David Maulana, juga belum mampu memberikan asa bagi klub barunya. Septian yang menjadi algojo tendangan bebas, tembakan masih melebar dari gawang Persipura yang dijaga Panggih Trio.

Pada detik-detik terakhir babak pertama, tim tamu justru mampu menambah koleksi gol melalui Imanuel Wanggai Persipura. Tembakan keras Wanggai gagal diantisipasi Jadia Eka Putra.

Usai turun minum,  PSIS meningkatkan daya dobraknya. Usaha keras anak-anak asuhan Jafri Sastar ini membuat hasil pada menit 50. Striker asal Brasil Claudio Marini mampu mendekatkan selisih gol selepas memanfaatkan bola liar di depan gawang Persipura, 1-2.

Usai gol Marini, semangat anak-anak Semarang semakin terlecut. Mereka terus mengurung pertahanan lawan untuk menyamakan kedudukan.

Keasyikan menyerang, PSIS justru mendapat kejutan dari tim Mutiara Hitam. Serangan balik Persipura justru lebih efektif, sehingga Boas Salossa dengan cemerlang mampu melepaskan tembakan keras dan mengoyak gawang PSIS, 1-3.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *