Ganjar: Saka Milenial Usulan Generasi Muda

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, pembentukan Saka Milenial dilakukan karena adanya usulan dari generasi muda. Mereka yang selama ini melihat banyak informasi hoaks terketuk hatinya untuk ikut bergerak.

“Jadi bukan top down, melainkan button up, yakni dari bawah ke atas. Saat itu saya bertemu anak-anak milenial ini dan mereka mengusulkan ingin membuat Saka Milenial. Karena programnya bagus, langsung saya setujui,” tegasnya.

Ganjar menandaskan hal itu usai pelantikan Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Pengurus Kwartir Daerah (Kwarda) dan Dewan Kerja Daerah (DKD) Provinsi Jateng masa bhakti 2018-2023 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (5/3). Pelantikan dilakukan oleh Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso.

Menurut Ganjar, Saka Milenial menjadi yang pertama di Indonesia. Keberadaan Saka Milenial tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menyelamatkan masyarakat dari peredaran informasi menyesatkan.

“Nantinya mereka akan kami dorong untuk menyampaikan program-program kita, menyebarkan informasi positif sekaligus menjadi benteng informasi hoaks, ngawur, fitnah dan menyesatkan,” tutupnya.

Proses pelantikan pengurus Mabida, Kwarda dan DKD Jateng berlangsung khidmad. Selain melantik Ganjar menjadi Ketua Mabida Jateng, Buwas -panggilan akrab Budi Waseso, juga melantik jajaran anggota Mabida yang terdiri dari jajaran Forkompimda Jateng seperti Kapolda, Pangdam IV Diponegoro, Kajati dan instansi terkait. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *