Pembongkaran Kios PKL Barito Dikebut

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Perdagangan Kota Semarang terus melakuka pembongkaran kios Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Barito. Hal ini sejalan dengan pregres revitalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang saat ini tengah dalam tahap percepatan.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, Kios Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Barito kini tinggal menyisakan di Kelurahan Bugangan dan Kelurahan Rejosari, yang ada di blok VII dan VIII. Selanjutnya, Dinas Perdagangan Kota Semarang bersama instansi terkait lainnya membongkar kios PKL Karangtempel.

“Diperkirakan pembongkaran selesai keseluruhan pada Selasa besok,” katanya.

Pembongkaran tersebut lanjut Fajar, telah sesuai janji Paguyuban PKL Karya Mandiri Karangtempel yang akan merelokasi barang-barang pada awal Maret. PKL yang bertahan hingga batas akhir, rata-rata mengaku enggan pindah karena menunggu realisasi pemenuhan janji dari pemkot. Terkait pembangunan kelengkapan infrastruktur dan fasilitas penunjangnya.

”Kios PKL tersisa tinggal di Bugangan serta Rejosari Blok VII dan VIII. Kami telah menyosialisasikan pembongkaran akan berlangsung pada Maret,” ungkapnya.

Menurut Fajar, pihaknya sempat merasa bersalah dengan PKL Karangtempel karena infrastruktur yang dijanjikan belum selesai seluruhnya. Saluran irigasi pembangunan telah mencapai 95 persen, jaringan listrik telah terpasang, namun infrastruktur jalan masih belum selesai untuk pengerasan.

”Paguyuban PKL menyampaikan, mereka telah berulangkali mencoba menghubungi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terkait penyelesaian infrastruktur jalan. Namun ternyata belum ada tindak lanjutnya. Hanya saja, para pedagang banyak yang mengira kalau itu menjadi tanggung jawab kami,” katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Karya Mandiri Karangtempel, Rochmat Yulianto, menyampaikan, pedagang sebenarnya menunggu pemenuhan komitmen pemkot atas janji untuk melengkapi infrastruktur dan fasilitas penunjang di Lahan Sewa dekat MAJT.

”Infrastruktur jalan dan aliran air yang belum terpenuhi. Namun, kami juga berusaha menjaga waktu dan konsisten atas janji merelokasi barang-barnag awal Maret,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *