Kunjungi Kampung Tambaklorok, Mbak Tutut dan Annisa Dapat Sambutan Hangat dari Para Nelayan

SEMARANG (Asatu.id) – Partai Berkarya menggelar kegiatan silaturahmi bersama dengan warga Tambaklorok, Semarang, Senin (4/3).

Acara yang bertajuk “Silaturahmi Ibu Tutut dan Mbak Anisa Tri Hapsari Menyapa Sedulur Tambaklorok Kota Semarang” itu dihadiri oleh Putri Presiden RI ke-2 Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut dan Annisa Tri Hapsari yang langsung menyapa dan berdialog dengan warga nelayan Tambaklorok.

Dalam kunjungan tersebut, Mbak Tutut disambut hangat oleh warga kampung nelayan tersebut. Mantan anggota MPR ini juga sempat berdialog dengan warga untuk mendengar keluhan warga.

Salah seorang nelayan meminta kepada Mbak Tutut melalui Partai Berkarya untuk membuat tanggul pemecah ombak di Kampung Nelayan. Karena setiap musim baratan, banyak kapal yang rusak terhempas ombak.

“Mudah-mudahan Bu Tutut bisa memperjuangkan keinginan warga nelayan ini,” harapan Subur, yang berprofesi sebagai nelayan setempat.

Menanggapi hal tersebut Mbak Tutut tidak memberikan janji, melainkan minta dukungan untuk bisa memperjuangkan kepada pemerintah. Karena menurutnya pembangunan pemecah ombak tidak bisa dilakukan oleh Partai Berkarya, melainkan tugas pemerintah.

“Saya tidak mau janji, tapi kalau Partai Berkarya menang, kami akan memperjuangkan keinginan warga ini,” katanya.

Sementara itu, Annisa Trihapsari mengaku mendapatkan tantangan dari Mbak Tutut, yakni membuat ibu-ibu nelayan menjadi sejahtera dengan berbagai karya.

“Tadi juga banyak masukan salah satunya adalah mewujudkan kampung nelayan menjadi kampung ramah lingkungan, kampung UMKM, dan kampung yang menghasilkan karya-karya untuk kesejahteraan warga,” ungkapnya.

Menurutnya, nasib nelayan dan petani wajib untuk diperjuangkan. Karena menurut Annisa, nelayan adalah pahlawan protein bangsa. Dari para nelayan, stok pangan dari sektor ikan tak habis untuk dikonsumsi generasi bangsa.

“Berkat nelayan suplai protein dan ikan tak pernah habis. Begitu juga dengan petani di Jateng, mereka juga pahlawan pangan. Nasib mereka harus diperjuangkan agar kehidupan petani dan nelayan bisa lebih baik,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *