Ditegur BBWS saat Kampanye di Tambaklorok, Ini Komentar Partai Berkarya 

SEMARANG (Asatu.id) –  Sekretaris Partai Berkarya Wilayah Jawa Tengah, Miko Vinaldho mengatakan, adanya komunikasi yang tidak tuntas atau miskomunikasi antara pihak Partai Berkarya dengan pihak penyelenggara.

Hal ini menyusul adanya teguran yang dilayangkan oleh BBWS kepada Partai Berkarya yang melakukan kegiatan kampanye bertajuk “Silaturahmi Ibu Tutut dan Mbak Anisa Tri Hapsari Menyapa Sedulur Tambaklorok Kota Semarang” di tepian sungai dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambakorok, Senin (4/3).

Menurutnya, pihaknya hanya berkewajiban menjamin keamanan Pimpinan Partai Berkarya Pusat, Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto, selama berada di wilayah Jawa Tengah. Sementara untuk kegiatan sepenuhnya wewenang penyelenggara.

“Panitia penyelenggara segera kami klarifikasi. Mereka akan kami panggil,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Kegiatan Silaturahmi tersebut, Amron (50) mengatakan, rencananya acara tersebut memang akan diselenggarakan di Jalan Tambakmulyo. Namun, warga meminta pindah ke tepi sungai. Mereka menilai kegiatan akan mengganggu proyek pengerjaan Kampung Bahari dan mengganggu warga jika diselenggarakan di jalan.

“Kami sudah membuka forum. Banyak yang minta disini. Kami menempatkan di sini karena permintaan warga,” ungkapnya.

Terkait dengan perizinan, dia tidak mengetahui bahwa harus izin kepada pihak BBWS jika menggunakan tempat tersebut untuk berkampanye. Pasalnya, masalah perizinan bukan menjadi wewenangnya.

“Saya hanya pelaksana saja. Soal perizinan saya tidak tahu. Saya hanya mengarahkan tim sukses (timses), menjaga massa agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan, seperti gesekan dari beda warna,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *