Grebek Gayeng Kampung Wotprau Sajikan Seni Budaya Lokal

SEMARANG (Asatu.id) – Berbagai pertunjukan budaya Semarangan di tampilkan di kegiatan sosial yang digelar oleh Komunitas Grebek Gayeng Seni dan Budaya Semarangan gelar kegiatan budaya semarangan.

Kegiatan yang diberi tema ‘Grebek Gayeng Kampung Wotprau’ tersebut diisi dengan berbagai kegiatan sosial seperi pengobatan gratis, pijat kesehatan gratis, pangkas rambut gratis, dan juga bekam gratis.

Tak hanya itu, selain suguhkan kegiatan sosial, kegiatan yang digelar di Kampung Wotprau, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Semarang Timur itu juga menampilkan berbagai pertunjukan seni dan jajanan tradisional khas semarangan.

Seperti, Pengantin Sunat, Kirap Adat Wotprau, Gambus, Tari Indoa, Rebana, Tari Semarangan, Angklung, dan Kuliner Semarangan.

Terkait hal itu, Ketua RT 02 RW II, Kelurahan Kebonagung, Dedy Mawantoko mengatakan, kegiatan sosial dan pertunjukan seni budaya Grebek Gayeng Kampung Wotprau merupakan kegiatan kali pertamanya digelar di kampungnya.

“Ini kegiatan pertama kali digelar, Kenapa di namai kampung Wotprau, karena disini salah satu daerah di Kota Seamrang yang mayoritas masyarakat keturunan dari Gujarat India,” katanya.

Lebih lanjut, Dedy mengungkapkan, dikegiatan kali ini pihak panitia penyelenggara juga menyajikan berbagai pertunjukan budaya yang bertujuan untuk mengangkat budaya khas yang selama ini belum dikenal.

“Banyak yang ditampilkan seperti Tari India, jajanan khas Indoa juga ada seperti Nasi Kebuli, dan berbagai macam aksesoris,” ungkapnya.

Sementara itu, Dedy juga takjub melihat antusias masyarakat yang membludak diacara tersebut. Hal ini menunjukan kebudayaan dari Kampung Wotprau banyak yang menyukai.

“Kaget melihat antusias masyarakat yang tinggi. Ini salah satu moment yang tepat untuk mempromosikan budaya Wotprau,” ungkapnya.

Sementara itu Kabid Kelembagaan Kepariwisataan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Giarsito Sapto Putratmo mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Komunitas Grebek Gayeng Seni dan Budaya Semarangan, yang menampilkan berbagai budaya dan kuliner khas India.

“Potensi seni budaya ada, kuliner ada, yang kurang adalah temen-temen dari wilayah Kebonagung Wotprau belum ada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis -red),” katanya,

Menurutnya, untuk mengembangkan potensi Kampung Wotprau untuk menjadikan sebagai rintisan desa wisata, perlu dibentuk Pokdarwis. Olehkarenanya, pihaknya mendorong untuk seluruh pegiat wisata yang ada di kampung tersebut.

“Secara legalitas Pokdarwis diusulkan lurah ke Dinas Pariwisata, kemudian kita buatkan SK Kepala Dinas. Kalau sudah ada sk, mereka bisa lebih fokus untuk pengembangan potensi wisata yang ada,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *