Bawaslu Kota Semarang Gelar Sosialisasi Pemilu dengan  Millenial UNNES

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang gelar sosialisasi pemilu untuk kaum millennial

SEMARANG (Asatu.id) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang gelar sosialisasi pemilu untuk kaum millennial, di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jumat (1/3).

Kegiatan sosialisasi itu sendiri, merupakan rangkaian kegiatan  Sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang sebelumnya sudah dilaksanakan di beberapa  tempat.

Terkait hal itu, Komisioner Bawaslu kota Semarang Naya amin zaini mengatakan, mahasiswa  merupakan bagian dari pemilih millenial  dengan jumlah 30-40  % dari DPT secara nasional dan swing voter  sehingga suaranya diperebutkan kontestan pemilu.

“Bawaslu berharap setelah kegiatan ini ada gerakan yang sistematis dari elemen mahasiswa Unnes untuk bersama-sama mengkampanyekan  gerakan anti Money Politik, anti Sara, anti Hoax dan anti Ujaran Kebencian lewat media sosial maupun dunia nyata,” katanya.

Sementara itu,  Ketua DPC Persatuan Mahasiswa Hukum Semarang Alex Pamungkas menyatakan, sebagai tindak lanjut sosialisasi ini, Permahi akan melibatkan anggotanya untuk bergabung sebagai pemantau pemilu melalui lembaga Pemilu yang sudah ada di Semarang seperti Pattiro

“Karena Permahi terkendala administrasi dan dana sehingga bergabung dengan pemantau pemilu yang sudah ada menjadi pilihan strategis ,” imbuhnya.

Acara ngerumpi bareng pemilu dihadiri dari aktivis mahasiswa yang tergabung dalam BEM Fakultas Hukum, UKM Matahati dan DPC Permahi Semarang yang kemudian acara ditutup dengan pembacaan ikrar bersama menolak Money Politik.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *