1.500 Warga Terima Sertifikat Tanah dari Presiden

1.500 Warga Terima Sertifikat Tanah dari PresidenCILACAP (Asatu.id) – Sebanyak 1.500 warga Kabupaten Cilacap, Banjarnegara, Banyumas, dan Purbalingga, memperoleh sertifikat tanah yang diserahkan oleh Presiden RI Joko Widodo, di GOR Rinjani, Senin (25/2).

Ikut mendampingi presiden dalam acara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) RI/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan A Djalil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji.

Kepala Negara kepada para penerima sertifikat tanah berpesan agar mereka hati-hati dalam menjaga dokumen penting tersebut. Presiden meminta agar sertifikat tanah itu segera difotokopi dan disimpan di rumah masing-masing. Beri sampul agar kondisi sertifikat tanah tidak mudah rusak ketika disimpan.

Mantan Wali Kota Surakarta itu berpendapat, hal yang lumrah apabila pada kemudian hari masyarakat ingin menjadikan sertipikat tanah yang mereka miliki sebagai agunan untuk pengajuan kredit di bank.

Alih-alih mengajukan kredit konsumtif, presiden justru mengingatkan agar mereka mengajukan kredit produktif sebagai modal usaha, dan mengalkulasi secara cermat kemampuan mereka dalam membayar pinjaman rutin di bank.

“Kalau ini mau dipake agunan atau penjaminan ke bank saya titip hati-hati. Sebisa mungkin gunakan untuk investasi, modal usaha. Tapi tolong dihitung, dikalkulasi, bisa nyicil atau ngangsur nggak. Kalau nggak, ya nggak usah dijadikan agunan. Simpan saja di rumah,” pesannya.

Pada acara itu, Presiden Joko Widodo juga berdialog dengan Suparman, salah seorang warga Cilacap yang sejak awal tampak antusias menyambut kedatangan kepala negara dan ingin bersalaman. Kepada presiden, Suparman menjelaskan dengan jujur, dia datang ke GOR Rinjani untuk mewakili temannya yang bernama Mugiyono karena berhalangan hadir.

Setelah bersalaman dengan Suparman, presiden pun bertanya hal apa yang ingin disampaikan oleh pria berusia paruh baya itu kepadanya. Dengan suara lantang dan semangat menggebu, Suparman justru mengajak masyarakat Indonesia untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan agar NKRI tidak mudah dipecah-belah.

“Para hadirin semua, sebagai bangsa Indonesia mari kita bangun kebersamaan, guyub rukun, gotong royong, jaga NKRI seutuhnya demi bangsa kita yang merdeka ini,” ajaknya.

Mendengarkan imbauan yang disampaikan Suparman dengan penuh semangat itu, Presiden Joko Widodo pun beberapa kali tersenyum. Senada dengan Suparman, Presiden ingin agar masyarakat selalu menjunjung persatuan dan kesatuan di tengah kemajemukan NKRI ini.

“Kita ini dianugerahi oleh Allah SWT berbeda suku, ras, bahasa, dan budayanya. Saya titip jangan sampai karena perbedaan itu kita menjadi seolah terpecah, tidak rukun lagi, tidak merasa sebagai saudara lagi. Salah besar kita karena aset terbesar kita adalah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan,” tegasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *