Kunjungi Ganjar, Dubes Muhamad Wahid Bawa Cinderamata Khas Rusia

Kunjungi Ganjar, Dubes Muhamad Wahid Bawa Cinderamata Khas RusiaSEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima cinderamata unik khas Rusia, Matryoshka. Jika biasanya boneka khas Rusia berisi boneka-boneka yang lebih kecil tersebut bergambar wanita cantik Rusia, cinderamata yang diberikan Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia kali itu bergambar wajah Presiden RI, dari Soekarno hingga Joko Widodo.

Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia, Mohamad Wahid Supriyadi mengatakan, Matryoshka bergambar Presiden RI tersebut cukup digandrungi warga Rusia. Selain ketenaran Presiden Joko Widodo, yang jadi magnet lain adalah gambar Presiden RI pertama, Soekarno.

“Matryoshka ini saya bawa dari Izmailovo. Ini sangat disukai warga di sana. Banyak hal tentang Indonesia disukai di sana,” ungkapnya saat berkunjung di rumah dinas Gubernur Jawa Tengah (Puri Gedeh), Minggu (24/2).

Wahid mengatakan, dari sekian banyak hal yang disukai warga Rusia dari Indonesia yang paling diminati adalah kerajinan, kesenian, fesyen dan kuliner. Hal itu dibuktikan saat pihaknya menggelar beberapa acara, di antaranya Bazar Indonesia dan Festival Indonesia di Moscow, April dan Agustus silam. Pengunjung bazaar itu juga membludak hingga 135 ribu orang.

“Tidak ada yang tidak laku di sana. Batik lurik, nasi goreng terkenal di sana. Sambal, wah di sana pada senang,” bebernya.

Karena antusiasme warga Rusia tersebut, jika semula acara diselenggarakan hanya di lahan enam hektare, tahun depan bakal diperluas sampai 16,5 hektare. Negara-negara lain akhirnya juga mengikuti jejak Indonesia dengan menyelenggarakan agenda serupa, seperti Jepang, India hingga Vietnam.

Wahid berharap, agenda tersebut menjadi pintu awal bagi Jawa Tengah mengirimkan berbagai produk unggulannya untuk ekspor ke Rusia.

“Tapi yang masuk ke sana jangan ecek-ecek. Jepara sudah kelas tinggi di sana. Makanan, tekstil, kerajinan, peluang besar. Karena orang Rusia suka nyoba-nyoba. Kuncinya sudah ada legalitas. Selain itu kuncinya di sana mereka harus didatangi, kalau mereka didatangi jadi lebih gampang,” tegas Wahid.(IS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *