Gubernur Ingatkan Muslimat Tidak Ikut Bikin dan Menyebarkan Hoaks

Gubernur Ingatkan Muslimat Tidak Ikut Bikin dan Menyebarkan HoaksKUDUS (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, kembali mengingatkan ibu-ibu muslimat NU untuk tidak ikut-ikutan menyebarkan hoaks. Sebab, hal itu bisa membuat perpecahan.

Hal itu disampaikan Ganjar Pranowo dalam acara Maulidurrasul, Harlah ke-73 Muslimat NU se-Jateng, dan doa untuk keselamatan bangsa itu, di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (24/2).

Menurutnya, muslimat sebagai badan otonom NU dari kalangan ibu menjadi sosok yang luar biasa, karena telah banyak melahirkan dan membesarkan anak bangsa yang cerdas, rukun, dan guyub.

“Ibu itu kalau menasihati dengan halus, bikin kita luluh dan bersimpuh. Saya titip, ora melu-melu nggawe hoaks sing gawe hoeks (mual),” tandas Ganjar.

Orang nomor satu di Jateng itu resah dengan sejumlah orangtua yang membelikan gawai untuk anaknya saat ulang tahun, karena banyak membawa dampak negatif. Misalnya, salat jadi terlambat dan dengan mudahnya mengakses konten negatif. Meski, akses positif juga mudah didapatkan.

“Parahnya, para orangtua juga ikut. Mau tidur, bangun tidur, bukan istri atau suami yang dipegang, tapi handphone. Ada anak berani dengan guru, ada anak dijotosi kancane, karena handphone. Facebook-an keliru berkomentar. Itu efek menggunakan handphone,” ujarnya.

Ganjar pun mengingatkan para orangtua agar lebih peduli. Salah satunya dengan mengecek telepon genggam anak, terutama konten apa saja yang sudah diakses anak. Karena, bahaya bisa mengancam justru dari tempat terdekat.

Suami Atikoh itu pun kemudian melempar pertanyaan kepada ibu-ibu. “Bagaimana kalau anak sekolah dilarang memakai handphone?” Para ibu pun sontak menjawab “setuju.”

Tak hanya itu, gubernur mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyakit demam berdarah saat musim penghujan seperti sekarang.

Mantan anggota DPR RI tersebut juga meminta jamaah untuk berzakat. Sebab, dari kegiatan itu akan ada banyak hormat, rasa cinta, saling menguatkan tali persaudaran, menjaga Pancasila dan NKRI, sehingga negara lebih aman, tenteram, barokah, dan sejahtera.

Selain Gubernur Ganjar, tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Kudus M Tamzil, Ketua PW Muslimat NU Jateng Ismawati, Ketua Syuriah PWNU KH Ubaidillah Shodaqoh, KH Yusuf Chudlori, serta KH Muwafiq yang memberikan mauidloh khasanah.(IS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *