Yenny Wahid: Di Indonesia, Perbedaan Justru Menjadi Tiang Utama Persatuan

SOLO (Asatu.id) – Putri sulung mantan Presiden RI KH Abdurraan Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid, menghadiri acara Kirab Haul ke-9 KH Abdurrahman Wahid di Kota Solo, Sabtu (23/1).

Kegiatan bertema ‘Berjuta Warna Satu Jiwa’ tersebut diikuti oleh ribuan orang dari Solo dan sekitarnya. Saat kirab berlangsung, kebetulan hujan deras mengguyur. Bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan pasukan Banser, Yenny rela hujan-hujanan berjalan kaki dari Stadion Manahan menuju Stadion Sriwedari Solo demi meramaikan acara itu.

Mengomentari kegiatan tersebut, Yenny mengatakan, jika apa yang dilakukan oleh masyarakat Solo dan sekitarnya ini merupakan bentuk perdamaian, toleransi dan kebhinekaan. Ia merasa terharu sekaligus bangga, karena begitu banyak masyarakat yang merayakan Haul Gus Dur ini.

“Mewakili keluarga, saya sangat berterimakasih. Saya sendiri tidak menyangka, acaranya akan semeriah ini,” kata dia.

Di berbagai daerah, lanjut Yenny, Haul Gus Dur memang juga diselenggarakan. Namun yang berbeda dengan di Solo adalah kirab budaya yang diikuti oleh beragam etnis dan agama.

“Semua ini menyimbolkan dimensi Gus Dur yang multidimensional,” tuturnya.

Yenny melihat, apa yang dilakukan Gus Dur semasa hidupnya adalah persoalan kebhinekaan dan penghargaan terhadap perbedaan di masyarakat. Menurutnya, perbedaan itu tidak boleh menyurutkan masyarakat Indonesia untuk bersatu sebagai bangsa dan negara.

“Buat saya tema dan peringatan Haul ini masih sangat relevan. Dimana banyak saat ini di berbagai negara yang pecah belah karena perbedaan, di Indonesia perbedaan ini justru menjadi tiang utama persatuan. Acara ini adalah upaya masyarakat untuk menciptakan suasana guyub, rukun di tengah perbedaan yang ada,” paparnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *