Pastikan Jalan Lamper Sari dan Wonodri Raya Steril dari Pedagang, Dinas Perdagangan Gelar Inspeksi Mendadak 

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap pedagang sayur mayur yang biasa berjualan di Jalan Lamper Sari, dan Jalan Wonodri Raya, Sabtu (23/2) Dini Hari.

Dari hasil sidak tersebut, tidak nampak satupun pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Dimana biasanya pedagang sayur mayur yang berasal dari bandungan memadati atau berjualan di sepanjang Jalan Lamper Sari yang menyebabkan tersendatnya arus lalulintas.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, sidak yang dilakukan untuk memastikan Jalan Wonodri Raya dan Jalan Lamper Sari Steril dari Pedagang.

“Kita pastikan steril dari pedagang sayur mayur. Saat ini sudah bisa dilihat dan dirasakan oleh para pengguna jalan, dimana yang dulunya setiap jam 12 malam hingga jam 7 pagi Jalan Lamper Sari dipadati oleh pedagang saat ini sudah bersih,” katanya.

Lebih lanjut Fajar mengungkapkan, sebagian besar pedagang yang biasa berjualan di pinggir jalan tersebut sebagian besar sudah menempati bangunan Pasar Inpres lantai dua.

“Kami tempatkan di dalam bangunan Pasar Inpres lantai dua, memang ada yang setuju dan juga ada yang tidak setuju, namun ini harus tegas,” ungkapnya.

Sementara itu, Lanjut Fajar, kedepan pihaknya juga akan menata pedagang yang berada di Jalan Peterongan Raya. Dimana nantinya pedagang yang saat ini masih berjualan di pinggir jalan akan di tata didalam bangunan Pasar Inpres lantai satu.

“Barang-barang mereka semua ada di depan, namun mereka berjualan di pinggirjalan, nanti akan kita tata karena kedepan Jalan Peterongan Raya ini akan difungsikan kembali,” katanya.

Diaman pihaknya saat ini sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang untuk melakukan pembangunan di Jalan Peterongan Raya.

“Total pedagang itu, ada 375 pedagang, kami targetkan satu bulan kedepan sudah bersih,” katanya.

Hal ini mengingat, stelah Hari Raya Idul Fitri pihaknya berencana membongkar lapak pedagang yang berdiri di sepanjang Jalan Peterongan Raya. Sehingga, Jalan Peterongan Raya dapat secepatnya dibangun untuk kepentingan umum.

“Ini demi keadilan akan kami tata, sehingga seluruh pedagang masuk di bangunan Pasar Inpres Peterongan ini. Nanti Jalan Peterongan akan difungsikan kembali, akan dibuat saluran median jalan dan taman,” imbuhnya.

Sementara itu, Susi Wati, salah seorang pedagang sayur mayur yang berasal dari Bandungan mengatakan, pedagang siap bersedia untuk ditata dan diatur oleh Dinas Perdagangan. Akan tetapi, pedagang yang di Jalan Peterongan Raya juga diharapkan ikut bersedia dilakukan penataan.

“Sehingga lebih adil, jika mereka masih bertahan di jalan tidak ada pembeli yang naik ke lantai dua bangunan PAsar Inpres ini,” ungkapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *