Dewan : Soal Sampah, Perlu Manajemen Pengolahan yang Baik

Dewan : Soal Sampah, Perlu Manajemen Pengolahan yang Baik SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono mengatakan, sampah sering kali menjadi masalah bagi lingkungan. Namun demikian jika diolah dengan baik sampah justru akan memiliki dampak positif.

Menurut Agung, cara terbaik untuk menghadapi persoalan sampah yakni Reuse, Reduce, dan Recycle (3R). Pengolahan sampah dengan menggunakan metode 3R menurut Agung sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 2008, tentang pengolahan sampah.

“Bahwa memang harus ada 3R. Artinya ada usaha daur ulang dan upaya penggunaan kembali terhadap sampah,” katanya, Kamis (21/2).

Lebih lanjut Agung mengungkapkan, pengendalian dan pengolahan sampah bisa dilakukan di tingkat paling dasar yakni di lingkungan keluarga. Salah satu cara yang efektif yakni dengan optimalisasi kampanye bank sampah yang saat ini sudah berjalan di beberapa wilayah di Kota Semarang.

“Sehingga dari hulu ada pengendalian sampah, Atau memperbanyak Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di masing-masing wilayah sehingga ada upaya untuk mendayagunakanan sampah dalam bentuk lain, contohnya Kompos dan lain-lainnya,” imbuhnya.

Menurutnya, sampah yang ada di Kota Semarang harus bisa dikendalikan. Selain itu, persoalan Tempat Pembuangan Akhir juga harus segera dipikirkan oleh Pemkot Semarang.

“Lokasi TPA di Jatibarang itu kan cenderung akan overload. Padahal belum ada penyiapan loaksi baru. Pemkot harus bekerja ekstra mulai sejak dini untuk melakukan upaya pengendalian sampah yang bisa memulai pengurangannya dari hulu,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *