Cegah Penyebaran DBD, Wali Kota Intruksikan Pembersihan Saluran Air

Cegah Penyebaran DBD, Wali Kota Intruksikan Pembersihan Saluran AirSEMARANG (Asatu.id) – Cegah wabah penyakit DBD, Walikota Semarang Hendrar Prihadi intruksikan kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang untuk melakukan pengerukan sedimentasi di di seluruh saluran air yang ada di Kota Semarang.

“Saluran air harus dirawat bersama-sama, Jika ditemukan adanya sedimentasi saluran yang tinggi, langsung laporakn ke Pemkot, disitu Pemkot akan masuk,” katanya, saat kegiatan jalan sehat di Kelurahan Wonodri, kemarin.

Salah satu yang menjadi perhatian Walikota yakni, ditemukannya saluran air yang memiliki sedimentasi tinggi di Kelurahan Wonodri. Dimana saluran air menjadi bampet dan menjadi salah satu sarang nyamuk yang dikhawatirkan akan membawa penyakit DBD.

“Tepatnya di dekat PIP, kami langsung intruksikan DPU untuk segera melakukan pengerukan sedimentasi di saluran itu,” ungkapnya.

Menurut Hendi, peran serta dari masyarakat dalam hal menjaga kebersihan saluran sangatlah penting. Apa lagi dimusim penghujan saat ini.

“Disini melalui konsep bergerak bersama yang terus kita sosialisasikan. Bersihkan lingkungan bersama untuk mengurangi resiko penyebaran penyakit DBD,” ungkapnya.

Apalagi, lanjut Hendi, salah satu penyebab meningkatnya penyebaran penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) disebabkan adanya genangan air di saluran yang bampet akibat tingginya sedimentasi.

Menurut catatan di Kota Semarang puncaknya pada tahun 2013 terdapat 2.000 penderita DBD. Sejak itu jumlahnya terus menurun sampai 2018 tercatat 50 penderita. Namun Tahun 2019 naik lagi, tercatat sampai dengan Januari 2019 sudah tercatat 80 penderita DBD.

Peningkatan penderita DBD juga terjadi kota-kota lain di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, memasuki pertengahan Februari 2019, tepatnya hingga 14 Februari 2019, jumlah penderita DBD di Indonesia mencapai 20.321 orang.

Sementara itu korban meninggal dunia telah mencapai 196 orang dengan jumlah terbanyak terdapat pada Jawa Timur, yakni 52 orang. Kedua di NTT sebanyak 19 orang.

“Ini penyakit DBD lagi Hot diseluruh Indonesia. Kalau tidak ingin ada yang terkena DBD caranya harus intensifkan dan aktifkan program PSN. Setiap jumat pagi dicek, saluran, vas bunga, bak mandi kalau ada air atau jentik nyamuk segera dikuras. Mudah-mudahan Wonodri tidak ada yang terkena DBD,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *