Draf Raperda Kesehatan Provinsi Terus Dimatangkan

Draf Raperda Kesehatan Provinsi Terus DimatangkanSEMARANG (Asatu.id) – Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah terus menggodok Rancangan Peraturan Daerah tentang Sistem Kesehatan Provinsi. Masukan dari berbagai pihak terus dikaji guna menyempurnakan hasil yang ditargetkan selesai tahun ini.

“Draf rancangan perda sudah diteruskan ke rumah sakit dan balkesmas (balai kesehatan masyarakat) untuk penambahan informasi sehingga semua aspek yang akan dikaji menjadi lebih baik,” ungkap Sekretaris Komisi E Abdul Hamid saat memimpin diskusi dengan beberapa perwakilan rumah sakit dan balkesmas se wilayah Magelang, belum lama ini.

Dalam diskusi tersebut, Komisi E membuka selebar-lebarnya masukan dan informasi untuk penyempurnaan draf raperda untuk segera diperdakan tahun ini.

Sementara menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dokter Yulianto Prabowo, salah satu yang menjadi sorotan adalah soal pembiayaan. Sesuai alokasi anggaran APBD Provinsi Jawa Tengah dipergunakan untuk sektor kesehatan.

“Meskipun soal porsi pembiayaan ini naik terus, namun tetap harus kami kawal. Mudah-mudahan nanti dengan SKP ini bisa lebih mendorong lebih optimal lagi ke sektor pembiayaan baru kemudian sumber daya manusia.”

Sistem kesehatan provinsi (SKP) diharapkan bisa mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan pada masa sekarang dan yang akan datang dengan mengoptimalkan teknologi informasi karena perkambangan teknologi yang begitu cepat untuk pembangunan kesehatan bersama.

Semua saran, kritik, dan masukan akan dicatat oleh Komisi E untuk dijadikan bahan pertimbangan serta evaluasi agar nanti Raperda SKP bisa sesuai dengan harapan semua, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Karena, kesehatan sendiri merupakan urusan yang paling wajib kedua setelah pendidikan di Jateng.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *