Antisipasi Banjir, Pemkot Diminta Evaluasi Tata Ruang Kota

Antisipasi Banjir, Pemkot Diminta Evaluasi Tata Ruang KotaSEMARANG (Asatu.id) – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono mengatakan, pihaknya mendorong Pemkot Semarang untuk melakukan evaluasi terhadap tata ruang khususnya di wilayah Kecamatan Tembalang dan Banyumanik.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kembali banjir yang kerap melanda sejumlah perumahan diwilayah tersebut.

“Seperti di Dinar Mas dan Emerald. Banjir yang melanda disebabkan oleh debit air yang tinggi dari Tembalang dan Banyumanik,” katanya, Kemarin.

Menurut Agung BM, dampak banjir beberapa waktu lalu cukup parah. Pihaknya juga mengevaluasi  langkah-langkah darurat yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum atau DPU.

“Tidak hanya air saja, namun juga ada lumpur dan batu, ini kemungkinan salah satu akibat penataan wilayah di Kecamatan Tembalang,” katanya.

Hal ini dilakukan karena banyak tanggul darurat yang telah dibangun oleh DPU, beberapa diantaranya mengalami kerusakan. Bahkan ada yang ambrol sehingga rawan jebol saat debit air dari Sigarbencah dan sekitarnya tinggi. Apalagi saat ini musim hujan masih berlangsung sehingga potensi banjir bisa saja terjadi lagi.

“Dari hasil evaluasi ini kami berharap pemkot dalam menangani banjir tidak lagi parsial namun harus dilakukan secara menyeluruh,” katanya.

Lebih lanjut, Agung mengungkapkan, peran serta masyarakat dalam hal antisipasi banjir juga sangat diperlukan.

“Sesuai dengan Perda No 7/2014 masyarakat memang harus aktif dalam menangani banjir bersama-sama pemerintah,” ungkapnya.

Terkait dengan evaluasi tata ruang, Agung BM menilai perlu ada evaluasi karena debit air dari Sigarbencah dan sekitarnya cukup tinggi dengan membawa material lumpur dan batu.

“Perlu dikaji lagi apakah ada perubahan tata ruang atau tidak, imbuhnya.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *