Wagub: Tegakkan Integritas, Kawal Data Terpadu Kemiskinan

SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Meimoen mengatakan, berbagai terobosan yang dilakukan oleh pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan tidak sepenuhnya berjalan efektif apabila tidak didukung Basis Data Terpadu (BDT) yang valid.

Terkait hal itu, menurut Wagub, BDT yang valid dan terus diperbarui merupakan kunci sukses upaya penurunan angka kemiskinan pada 14 kabupaten merah di Jawa Tengah.

“Dalam hal penurunan angka kemiskinan, data merupakan faktor paling penting. Sumbangsih pemerintah pusat, provinsi, kabupaten sudah banyak (dalam menurunkan angka kemiskinan). Namun kalau semua ini tidak didukung dengan data akurat akhirnya menyebabkan pengentasan kemiskinan tidak signifikan,” kata Taj Yasin.

Gus Yasin, panggilan akrab Wagub, menyampaikan hal itu saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) bertajuk “Membangun Sinergi Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Sragen” di Pendapa Sumonegaran, Selasa (19/2).

Demi BDT yang semakin akurat, Gus Yasin mengajak pemerintah dan masyarakat bersama-sama menegakkan integritas untuk mengawal BDT. Integritas tersebut diwujudkan dengan jujur mengakui kondisi riil ekonominya.

“Kami ingin kepala desa bahkan masyarakat, mari integritas kita munculkan. Nek ora mampu ngomong ora mampu, nek sugih ngomong sugih,” tandasnya.

Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah itu menjelaskan, pihaknya telah mengirimkan surat edaran kepada kepala daerah, agar menginstruksikan kepala desa dapat menampilkan BDT di seluruh wilayah kepemimpinannya. Sehingga dapat diketahui dan dinilai oleh publik apakah sudah benar-benar valid.

“Saya sudah membuat surat (kepada) bupati/wakil bupati untuk menginstruksikan kepada kepala desa masing-masing agar menempelkan daftar penerima bantuan miskin di kantor desa. Tetapi masih banyak kepala desa, bahkan masih sekitar 50 persen, yang belum memasang itu. Saya ingin data itu terbuka,” lanjutnya.

Gus Yasin juga meminta warga Kabupaten Sragen berperan aktif untuk mengawasi BDT di lingkungan tempat tinggal mereka. Apabila masih ada warga miskin yang belum tercantum, maka segera laporkan kepada kepala desa agar dapat segera ditindaklanjuti. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *