Aksi Teror Bakar Mobil dan Motor, Juliari : Pelakunya Bukan Amatiran, Sudah Terlatih

SEMARANG (Asatu.id) – Aksi teror bakar mobil dan motor yang terjadi di Kota Semarang menjadi perhatian oleh Anggota DPR RI Juliari P Batubara, saat melakukan kunjungan kerja di Klipang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Senin (18/2).

Menurutnya, untuk meminimalisir terjadinya aksi teror tersebut, warga harus lebih meningkatkan kewaspadaan, dan kekompakan untuk menjaga lingkungannya masing-masing.

“Soal keamanan bukan hanya tanggaung jawab kepolisian, melainkan tanggung jawab kita bersama. Tingkatkan kewaspadaan dan kekompakan warga untuk menjaga lingkungan,” katanya.

Lebih lanjut, Ari sapaan akrab Juliari P Batubara itu mengungkapkan, untuk mengurangi ruang gerak pelaku teror tersebut, warga harus mengaktifkan kembali sistem poskamling, sehingga potensi gangguan atau ancaman teror dapat lebih diminimalisir.

“Aktifkan siskamling, Portal juga harus diaktifkan kembali. Sehingga potensi  adanya gangguan keamanan bisa dihindari,” ungkapnya.

Pelaku aksi teror bakar mobil dan motor yang hingga saat ini belum tertangkap, lanjut Ari, harus dihadapi bersama-sama, baik pemerintah, kepolisian, dan juga warga.

Menurut Ari, pihaknya juga meyakini pelaku aksi teror tersebut juga bukanlah orang biasa, melainkan orang yang sudah terlatih dan dapat membaca situasi lingkungan.

“Yang jelas jika dilihat itu bukan amatiran, mungkin sudah terlatih dan bisa membaca keadaan lingkungan. Jadi kembali lagi kita warga harus tetap meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, beberapa pekan terakhir Kota Semarang digemparkan dengan aksi teror pembakaran mobil dan motor milik warga. Bahkan kasus terakhir pembakaran tidak lagi dilakukan pada malam hari, melainkan dilakukan pada siang hari. Di mana pelaku membakar dua motor yang tengah terparkir di Jalan Candi Prambanan Timur IV, Kota Semarang. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *