Zaenal Petir : Pedagang Ikan Basah Minta Bangunan Pasar Disesuaikan Kebutuhan

SEMARANG (Asatu.id) – Tim Advokasi Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang, Zaenal Petir mengatakan pada prinsipnya, pedagang Pasar Rejomulyo bersedia pindah menempati bangunan Pasar Rejomulyo baru.

Namun, ada beberapa faktor yang membuat pedagang belum bisa menempati tempat jualan mereka di Pasar Rejomulyo baru. Salah satunya luasan lapak yang dinilai pedagang belum layak.

“Lapak dinilai sangat tidak layak untuk pedagang grosir ikan basah. Terus loading, truk untuk bongkar muat susah di sini. Kalau di pasar lama kan bisa leluasa. Lalu untuk pembuangan air di sini kecil, padahal Pasar Ikan Basah ini kan butuh air yang banyak dan butuh pembuangan air yang besar,” katanya.

Ketidakmauan pedagang untuk pindah ke bangunan baru Pasar Rejomulyo sebagian besar karena kondisi bangunan pasar yang tidak sesuai dengan kebutuhan pedagang. Menurutnya, kesalahan konsep pembangunan lah yang harus dibenahi, di mana pada saat pembangunan pasar, pihak pedagang tidak dilibatkan dalam proses perencanaannya.

“Mestinya kan harus bertanya pada pedagang dulu. Karena kan yang mau pakai pedagang. Padahal menurut Perpres 112/2007 tentang Penataan Pedagang Tradisional, termasuk pasar tradisional dan toko modern, di situ menyampaikan bahwa ketika revitalisasi harus melibatkan paguyuban,” imbuhnya.

Untuk itu, sebelum Pemerintah Kota memenuhi keinginan pedagang, pedagang ikan basah akan tetap bertahan di bangunan pasar lama.

“Proses hukum masih berjalan, kita tidak menghambat pembangunan di Kota Semarang, yang kita kinta itu spesifik dari bangunan pasar disesuaikan dengan kebutuhan pedagang. Karena apa? kita ini grosir,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *