Representasi Perempuan Harus Suarakan Persoalan Diskriminasi dan Kesetaraan

Representasi Perempuan Harus Suarakan Persoalan Diskriminasi dan KesetaraanSEMARANG (Asatu.id) – Komisioner Komnas Perempuan, Masruchah menegaskan, penguatan peran dan kapasitas perempuan baik di parlemen maupun di pemerintahan harus didasarkan pada suatu sistem, bukan didasarkan pada pribadi atau perorangan.

Hal ini dikatakannya menanggapi perihal komitmen Partai NasDem untuk mengakomodir kepentingan perempuan Indonesia. Hak tersebut dibuktikan dengan menempatkan caleg- caleg perempuan hampir 40 persen, dan kepemimpinan di DPP, DPW hingga di posisi kepala daerah.

Menurutnya, representasi perempuan di kementerian maupun di parlemen harus bisa menyuarakan persoalan diskriminasi dan kesetaraan terhadap perempuan.

Maka, lanjut Masruchah, idealnya seorang politisi perempuan juga bisa independen dan bahkan bicara atas nama partai.

“Sehingga penempatan perempuan pada posisi penting oleh parpol, merupakan contoh baik bagi pemberdayaan secara utuh,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *