10 Bus BRT Bantuan Kemenhub Siap Beroperasi

10 Bus BRT Bantuan Kemenhub Siap BeroperasiSEMARANG (Asatu.id) – Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan sejumlah 10 bus bantuan Kementerian Perhubungan tahun anggaran 2018 diterima BRT Trans Semarang pada 8 Desember 2018 lalu.

Demikian disampaikannya di kantor Dinas Perhubungan Kota Semarang Jalan Tambak Aji no.5 Semarang, Jumat (15/2).

Sejumlah 10 armada tersebut direncanakan akan digunakan untuk optimalisasi layanan BRT Trans Semarang. Sejumlah 6 armada akan digunakan untuk Pelayanan Koridor Bandara. Sejumlah 4 armada lagi akan digunakan untuk penambahan armada di koridor 5 rute Meteseh  – Bandara.

“Sedangkan armada bandara yang lama akan kami drop ke koridor 5, 6 dan 7 sebagai armada cadangan, untuk memperkuat layanan yang sudah ada, salah satunya untuk menjaga headway antar armada jika ada gangguan kerusakan armada ketika operasional. Contohnya jika ban bocor dijalan dan armada harus berhenti operasional untuk sementara digantikan oleh armada cadangan tersebut,” pungkasnya.

Optimalisasi armada pada koridor 5, 6, 7 dan Bandara ini, diharapkan semakin membuat pengguna jasa Trans Semarang nyaman saat menggunakan transportasi massal. Pada kondisi waktu tertentu seperti jam berangkat/pulang  kerja dan sekolah seringkali terjadi kepadatan lalu lintas yang tidak bisa diprediksi, berimbas pada waktu tunggu armada.

10 armada baru akan ini nantinya akan dilengkapi dengan LED, GPS, Rig armada (alat komunikasi  pengemudi dengan operator control room). Saat ini 10 armada tersebut masih menyelesaikan administrasi  kelengkapan surat. Target kami di tanggal 22 februari nanti kelengkapan surat surat kendaraan sudah selesai dan juga pemasangan kelengkapan lain (GPS dan RIG) juga sudah selesai.

Karena 10 armada bantuan ini bermerek isuzu, oleh karenanya minggu depan, 10 armada tersebut akan dicek ulang oleh teknisi dari isuzu beserta teknisi kami Trans Semarang terkait setting-setting yang diperlukan agar armada ini tanggal 1 Maret siap operasional. 10 armada ini dibuat di karoseri Tentrem Kota Malang.

“Saat ini kami masih memproses kelengkapan surat-surat kelengkapan armada, awal Maret kami rencanakan 10 armada baru ini sudah berjalan”, terang Ade.

“Koridor 5 rute Meteseh – Bandara menjangkau hingga ke wilayah pemukiman dan menjadi favorit pelajar di kota Semarang dalam berangkat/pulang sekolah. Sehingga pada jam-jam padat pagi serta sore sering terlihat antrian penumpang menunggu armada. Hal ini yang membuat kami memprioritaskan penambahan untuk koridor 5”, tuturnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *