Hari Ini Ganjar Siap Hadiri Panggilan Bawaslu

Hari Ini Ganjar Siap Hadiri Panggilan BawasluSEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, akan memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng, Jumat (15/2) siang nanti, terkait dugaan pelanggaran kampanye saat deklarasi pemenangan calon presiden nomor urut 01, Jokowi-Amin di Magelang, Sabtu (26/1) lalu.

Sebelumnya, Ganjar pernah menegaskan siap menghadap Bawaslu jika dimintai keterangan terhadap dugaan pelanggaran kampanye tersebut. Dirinya bahkan berharap, proses pemanggilan itu segera dilakukan secepatnya.

Seperti diketahui, Ganjar memimpin deklarasi dukungan terhadap Pemenangan Jokowi-Amin bersama 31 kepala daerah di Solo. Atas hal itu, sejumlah kepala daerah dipanggil oleh Bawaslu untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya juga sempat beredar informasi bahwa Bawaslu akan memanggil Ganjar Pranowo pada Senin, 18 Februari pekan depan. Namun informasi terakhir, ternyata Bawaslu memajukan jadwal pemanggilan untuk meminta keterangan politisi PDIP itu.

“Saya mintanya sekarang. Kesuwen (kelamaan) kalau menunggu tanggal itu,” kata Ganjar, Rabu (13/2) lalu.

Ketika ditanya apakah sudah ada surat pemangilan atau pemberitahuan dari Bawaslu terkait hal itu, Ganjar mengatakan belum mendapatkan. Ia justru mendapat telepon dari anggota Bawaslu yang meminta sumbangan berupa tanah.

“Saya malah dapat telepon dia minta tanah untuk kantornya. Saya tanyakan lagi, lho katanya mau periksa saya, dia jawab tidak periksa pak, hanya klarifikasi. Saya tegaskan lagi, sing nggenah (yang jelas), ini mau diperiksa atau diklarifikasi,” tegas Ganjar.

Politisi PDI Perjuangan itu kemudian menegaskan jika siap diperiksa oleh Bawaslu terkait deklarasi tersebut.

“Ndak papa dilaporin, periksa saja. Justru saya nunggu-nunggu ini, kalau tanggal 18 ya kesuwen (terlalu lama), saya minta secepatnya,” tambahnya.

Berkali-kali Ganjar menerangkan jika dirinya adalah kader PDI Perjuangan yang sudah pasti mendukung Jokowi-Amin. Para kepala daerah yang hadir saat itu, lanjut Ganjar, juga merupakan anggota partai koalisi yang tidak mungkin tidak mendukung Jokowi.

“Satu lagi, kita mendeklarasikannya di hari libur dan tidak menggunakan fasilitas negara. Lalu dimana letak kekeliruannya? Saya minta ke Bawaslu untuk tegas, jelas dan tidak ada yang abu-abu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ganjar bersama 31 Kepala Daerah menggelar deklarasi mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Deklarasi itu dilakukan di salah satu hotel di Solo pada Sabtu (26/1) lalu.

Adanya deklarasi tersebut kemudian memantik kontroversi. Pihak Badan Pemenangan pasangan calon Presiden dan calon wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi berencana melaporkan Ganjar ke Bawaslu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *