Jual Bawang dan Cabai ke Luar Jawa, Ganjar Siapkan Subsidi Transportasi

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus berfikir keras untuk mengatasi anjloknya harga-harga pertanian, khususnya bawang dan cabai di Jawa Tengah. Sejumlah tindakan dilakukan Politisi PDI Perjuangan itu sebagai proses menstabilkan harga, salah satunya dengan menjual produk hasil pertanian Jateng ke luar Jawa.

Hal itu disampaikan Ganjar saat beraudiensi dengan Anggota Komisi XI DPR RI yang melakukan kunjungan kerja dalam rangka reses masa persidangan III tahun sidang 2018-2019 ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kamis (14/2). Dalam kesempatan itu, Ganjar menegaskan jika Pemprov Jateng tidak diam untuk membantu para petani agar tidak merugi.

“Selain memerintahkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) membeli cabai dan bawang langsung dari petani, sejumlah kebijakan lain juga sudah kami lakukan, salah satunya menjual hasil pertanian ke luar Jawa yang harganya bagus,” kata dia.

Ganjar menegaskan, pihaknya sudah menemukan pasar yang bagus di luar Jawa, yakni di Padang, Kalimantan Tengah, Batam dan Kalimantan Selatan. Beberapa waktu lalu, lanjut dia, sudah dilakukan, yakni mengirimkan hasil pertanian dari Kebumen ke pasar Padang dengan biaya ekspedisi Rp 4,7 juta per ton dengan waktu tempuh 3 hari.

Sebenarnya, lanjut dia, jarak waktu itu bisa dipangkas jika pengiriman menggunakan pesawat terbang. Namun persoalannya saat ini adalah, biaya kargo pesawat terbang yang mahal.

“Sekarang biaya kargo naik dari yang semula Rp 12.000 per kilogram menjadi Rp 34.000 perkilogram. Ini juga menjadi kendala proses pengiriman ke luar Jawa, untuk itu kami minta bantuan dari Komisi XI agar bisa dibantu,” tambahnya.

Selain menego Menteri Perhubungan untuk memberikan diskon kargo khusus, Ganjar juga mengatakan akan memberikan bantuan berupa subsidi transportasi bagi para petani. Nantinya, sebagian besar produk pertanian akan dikirim ke daerah-daerah itu, biaya transportasi disubsidi oleh pemerintah.

Ganjar menerangkan masih mencari mekanisme untuk program subsidi transportasi tersebut. Ia menegaskan, masih dicarikan solusi apakah subsidi tersebut bisa dicarikan dari dana pemerintah, Coorporate Social Responsibility (CSR) atau sektor lain.

“Bahkan kami juga memiliki ide untuk pinjam punya tentara, jadi pengiriman hasil pertanian ke luar Jawa itu menggunakan pesawat Hercules. Namun ini mesti izin dulu dengan Mabes TNI AD,” terangnya.

Pada intinya, lanjut Ganjar, semua tindakan darurat untuk mengatasi persoalan anjloknya harga pertanian secepatnya dilakukan. Hal itu dikarenakan untuk mengendalikan inflasi yang ada di Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua Tim Komisi XI DPR RI, Hendrawan Supratikno mengatakan siap membantu Pemprov Jateng untuk mengatasi persoalan anjloknya harga-harga pertanian, termasuk meminta Menteri Perhubungan untuk memberikan diskon kargo bagi komoditas pertanian.

“Memang, tindakan darurat harus dilakukan untuk menjaga inflasi. Anjloknya harga pertanian ini kalau tidak diatasi serius pasti akan berdampak pada inflasi,” kata dia. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *