Penanganan Kemiskinan, Tidak Boleh Ada Kesalahan Data

Penanganan Kemiskinan, Tidak Boleh Ada Kesalahan DataBLORA (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memimpin Rakor Membangun Sinergitas Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Blora, di Pendapa Kabupaten Blora, Selasa (12/2).

Rakor dihadiri Bupati Blora Djoko Nugroho, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jateng Prasetyo Aribowo, Wakil Bupati Blora Arief Rohman, serta sejumlah pejabat terkait lain.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengatakan, penanganan kemiskinan yang utama adalah perbaikan data. Apabila basis data terpadu sudah valid, beragam program dan bantuan untuk warga miskin tidak salah sasaran, serta mempermudah pemetakan kebutuhan warga miskin.

“Pertama perbaiki data, setelah data akurat kita akan memetakan kebutuhan dan potensi yang ada. Apa saja yang dibutuhkan untuk potensi industri misalnya pelatihan keterampilan, sektor kelautan dibantu perikanan,” katanya.

Untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan, lanjut pria yang akrab disapa Gus Yasin ini, pemprov mendorong semua pihak bergerak “mengeroyok” atau bersama-sama mengatasi persoalan kemiskinan di Jateng.

Sejumlah SKPD terkait bersama BUMN/BUMD dan perusahaan-perusahaan swasta di Jateng dilibatkan dalam pengentasan kemiskinan. Antara lain bantuan jambanisasi dari Jamkrida dan bantuan sambungan listrik murah sebanyak 200 unit untuk warga miskin di Blora.

“Blora tidak mempunyai perusahaan swasta, tetapi pemerintah provinsi akan menarik perusahaan-perusahaan swasta yang ada di Jateng untuk ikut membantu mengatasi kemiskinan di Blora,” ujarnya.

Mantan anggota DPRD Jateng itu menandaskan, penanggulangan kemiskinan harus tepat sasaran dan tidak boleh ada kesalahan data. Terlebih, sekarang sudah terbentuk tim yang bertugas mengawasi berbagai program pemerintah untuk rakyat miskin sudah tepat sasaran atau belum.

“Data dari camat dan kepala desa harus secepat mungkin, sehingga kita bisa segera mengirim data warga miskin ke Kementerian untuk mengubah data warga miskin yang sesuai kondisi saat ini,” bebernya.(IS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *