Komisi B DPRD Jateng Siap Fasilitasi Warga Melikan dengan KLH

Komisi B DPRD Jateng Siap Fasilitasi Warga Melikan dengan KLHSEMARANG (Asatu.id) – Komisi B DPRD Jateng mengadakan pertemuan dan siap memfasilitasi warga Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Klaten yang tengah menghadapi permasalahan pelik terkait usaha pembuatan keramik.

Seperti diketahui, warga di desa tersebut terkenal dengan hasil pembuatan keramik, namun bahan bakunya justru mengancam kelestarian alam, terlebih status tanah penggarapan ada dalam penguasaan PT Perhutani.

Dengan kondisi tersebut, Komisi B mengharapkan perlu pengkajian lingkungan agar hutan tersebut tetap lestari dan masyarakat juga bisa dapat mempertahankan hidupnya melalui kerajinan keramik. Di desa tersebut ada  kurang lebih 350 kepala keluarga (KK) terancam kehilangan mata pencahariaannya.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Hardiana, berkomitmen siap membantu mengatasi kegalauan masyarakat Desa Melikan untuk kelangsungan usahanya.

“Selama ini lahan yang menjadi sumber pangan adalah milik Perum Perhutani. Dalam pemanfaatan tanah tersebut dapat dilakukan dengan pinjam pakai dengan konsekuensi harus ada tanah pengganti sehingga luasan hutan tidak berkurang,” ungkap politikus PDIP itu.

Sementara, perwakilan dari Perhutani, Sudaryana menjelaskan, Perhutani dalam pengelolaan hutan hanya sebagai operator. Proses pemanfaatan hutan atau sebagian lahan untuk masyarakat harus mendapatkan izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Kami akan bantu dalam pengajuan izin pemanfaatan lahan tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yaitu Permen LHK Nomor 27/2018 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan. Kawasan tersebut merupakan hutan produksi terbatas sehingga dapat memakai pinjam pakai kawasan hutan.”

Komisi B akan berkoodinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait perizinan tersebut. Selain itu, Komisi B juga akan memberikan bantuan keuangan ke Kabupaten Klaten untuk proses penyedian penggantian lahan karena Klaten termasuk dalam zona merah dalam garis kemiskinan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *