Badan Penghubung Jateng Sumbang PAD Lebihi Target

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Badan Penghubung Jateng, Koesdarminto, menerima rombongan Komisi A DPRD Jateng yang melakukan kunjungan kerja di Anjungan Jateng, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (11/2). Kunker dilakukan sebagai upaya optimalisasi dan pengamanan aset milik pemprov Jateng.

Di hadapan para wakil rakyat, Koesdarminto mengatakan, di Kota Jakarta aspek legalitas sudah dipenuhi. Tercatat, ada tiga Wisma Jateng, yakni di Jalan Darmawangsa, Jalan Prapanca dan Jalan Samarinda sudah bersertifikat.

Untuk Anjungan Jateng di TMII, lanjut dia, statusnya pinjam pakai. Perjanjiannya dilakukan antara Pemprov Jateng dan Kementerian Sekretariat Negara (Setneg).

“Untuk persoalan di Wisma Jateng, baik di Jalan Darmawangsa, Prapanca, maupun Samarinda, kami berharap pula agar ada pemisahan tempat antara wisma dan kantor. Selama ini kantor pengelola wisma jadi satu atap dengan wisma. Kami menilai, jika ada pemisahan tempat, maka nantinya bisa membuat nyaman para tamu yang menginap. Mungkin, kondisi tersebut bisa dilaksanakan ke depannya,” kata Koes, sapaan akrabnya.

Ia juga mengatakan, soal usulan adanya perpustakaan, saat ini sudah ada tapi diakui belum optimal kelengkapannya. Namun untuk bioskop 3 Dimensi, ia mengakui belum ada anggarannya. Kemudian untuk peningkatan fungsi Badan Penghubung Jateng dalam kepengurusan administrasi kependudukan, selama ini pihaknya selalu melakukan komunikasi dengan 35 kelompok paguyuban dari 35 kabupaten/kota dari Provinsi Jateng di Jakarta.

“Sebenarnya kami tidak hanya mengurus persoalan kependudukan, tapi juga ikut melaksanakan promosi dengan memamerkan budaya dan potensi unggulan Jateng. Meski begitu, usulan Komisi A tetap kami pikirkan bersama dengan paguyuban dan instansi terkait,” katanya.

Data Rencana Kerja Anggaran Badan Penghubung Jateng mencatat, pagu anggaran pada 2019 sebesar Rp 14,07 miliar. Angka itu lebih tinggi dibanding 2018 lalu, yakni Rp 13,23 miliar.

Dari aset yang dikelola di Jakarta berupa Wisma di Jalan Darmawangsa, Prapanca, Samarinda, Anjungan Jateng TMII, sewa pendopo agung, sewa kafetaria, dan sewa gazebo, pada 2018 lalu Badan Penghubung Jateng mampu memberikan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar 100% lebih atau Rp 1.003.460.000 dari target Rp 1 miliar. Pada tahun ini, target PAD yang ditetapkan tidak berubah yakni Rp 1 miliar.

Sementara soal data aset, Kabid Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jateng, Hary Setyawan menjelaskan saat ini data aset selama 10 tahun terakhir sudah bisa diakses. Data itu, kata dia, juga dilengkapi the global positioning system (GPS), sehingga memudahkan dalam pencariannya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *