Warga Tambaklorok Keluhkan Lambannya Pembangunan Kampung Bahari

SEMARANG (Asatu.id) – Warga di Kampung Bahari Tambaklorok mengeluhkan pembangunannya yang hingga kini tak kunjung rampung.

Salah seorang warga Kampung Bahari Tambaklorok, Suyatmi mengatakan, progres pembangunan di Kampung Tambaklorok sangatlah lamban. Misalnya saja proses betonisasi di Jalan Tambaklorok yang tak kunjung selesai.

“Tidak rampung-rampung jalannya. Ini menyulitkan warga sekitar apa lagi jalan ini satu-satunya akses untuk menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambaklorok,” katanya.

Proses betonisasi jalan salah satu akses pendukung Kampung Bahari Tambaklorok yang tak kunjung rampung tersebut, lanjut Suyatmi, membuat akses jalan terputus. Di mana kendaraan roda empat tidak dapat masuk.

“Motor saja sulit lewat karena harus melewati jalan setapak pemukiman, apalagi mobil,” ungkapnya.

Sementara itu, menanggapi keluhan warga tersebut, Camat Semarang Utara Aniceto Magno da Silva mengatakan, pihak kecamatan akan menampung keluhan warga ini dan menyampaikannya ke pemkot. Sebelumnya, kata dia, keluhan serupa juga pernah diterima pihaknya.

“Kami memang memperoleh banyak aduan soal ini. Namun kewenangan pembangunan memang bukan pada kami. Keluhan ini akan kami sampaikan ke Pemkot Semarang, agar ada tindak lanjut ke pihak yang menangani. Kami juga berusaha untuk mendorong percepatan penyelesaian pembebasan lahan bagi lahan yang belum terbebaskan,” katanya.

Sebagai informasi, pembebasan lahan warga yang terkena dampak proyek pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok masih belum selesai. Sejumlah bidang lahan milik warga belum terbebaskan. Sementara proyek terus berjalan, di antaranya pembetonan jalan untuk akses ke Kampung Bahari. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *