Tinjau Lokasi Bencana, Hendi Minta Camat dan Lurah Waspadai Longsor Susulan

SEMARANG (Asatu.id) – Walikota Semarang Hendrar Prihadi mendatangi lokasi longsong yang terjadi di Tumpang I, Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkor, Kota Semarang, Senin (11/2).

Musibah tanah longsor itu terjadi Kamis (7/2) malam, di mana bencana tersebut menimpa seorang ibu dan anak balita yang tidur di rumahnya. Dalam musibah tersebut, sang ibu berhasil dievakuasi, namun naas anak balitanya tidak dapat diselamatkan.

Terkait hal itu, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada jajarannya, baik camat maupun lurah setempat untuk dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana di kemudian hari.

“Semuanya saja, mulai dari camat sampai ke lurah-lurahnya untuk perhatikan, kalau memang daerahnya berpotensi longsor, tolong ingatkan warga untuk jangan berada di dekat tebing talud,” katanya, Senin (11/2).

Lebih lanjut, Hendi mengungkapkan, Kota Semarang di beberapa wilayah memiliki kontur tanah yang berbukit-bukit, sehingga memiliki kerawanan terhadap bencana tanah longsor saat musim penghujan tiba.

“Musibah itu tidak bisa kita hindari, tapi kalau kita ikhtiar bisa lebih aman,” ungkapnya.

Senada, Kepala Dinas Permukiman Kota Semarang Ali menjelaskan longsor berpotensi lebih besar terjadi pada talud yang tidak memiliki penguatan beton.

“Pembangunan talud dengan ketinggian tertentu tidak dapat hanya menggunakan batu belah sebagai penahan. Dalam pembangunan yang kami lakukan saat ini, sebagai penguatan beton kami beri kolom dan ring balk, tidak lupa dilengkapi juga dengan suling-suling untuk jalur air,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *