Pemkot Semarang Apresiasi Keberhasilan Pokdarwis Gondoriyo

SEMARANG (Asatu.id) – Pemerintah Kota Semarang, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mengapresiasi keberhasilan Pokdarwis Kelurahan Gondoriyo yang berhasil mengubah curug yang dulunya terbengkalai menjadi destinasi wisata baru di Kota Semarang.

Kabid Pemasan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Seamrang, Eka Kriswati berharap keberadaan Objek Wisata Curug Gondoriyo ini ke depannya dapat menyejahterakan masyarakat di Kelurahan Gondoriyo dan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan untuk datang ke Kota Semarang.

“Saya mengapresiasi atas berdirinya rintasan pariwisata Curug Gondoriyo. Mereka telah mewujudkan tempat ini menjadi wisata. Kami berharap keberadaan curug ini  nantinya bisa menyejahterakan masyarakat setempat,” katanya, Sabtu, (9/2).

Lebih lanjut, Eka mengungkapkan Pemerintah Kota Semarang akan terus mendukung untuk kemajuan Objek Wisata Curug Gondoriyo tersebut, termasuk dalam hal pengelolaan ke depan.

“Ayo wisata ke Gondoriyo, ono pipo londo, sego bleduk lan telo, mugi warga tambah mulyo. Kami siap mendampingi pengelolaan pariwisata di Kota Semarang,” ungkapnya.

Selain keindahan curug yang dihiasi dengan lampu warna-warni, keberadaan kuliner tradisional khas Gondoriyo juga menjadi daya tarik untuk wisatawan mendatangi destinasi wisata baru itu.

Ketua RW 4, Haryanti, memperkenalkan kuliner tradisional khas Nasi Bleduk dan Wedang Sinom. Kuliner ini akan mendukung keberadaan Objek Wisata Curug Gondoriyo.

“Nasi Bleduk itu kuliner tradisional yang terbuat dari beras dicampur jagung. Sejarahnya, dulu ketika zaman penjajahan, warga susah makan karena miskin. Nasi beras ini menjadi makanan istimewa. Tapi karena beras sulit didapatkan dan mahal, masyarakat mengombinasikan beras dan jagung,” terangnya.

Nasi Bleduk tersebut, lanjut Haryanti, pada zaman dulu cukup mewakili sebagai makanan istimewa karena ada berasnya. Saat ini makanan unik ini diangkat kembali dengan kombinasi lauk kluban dari dedaunan dari kebun warga dengan paduan bumbu rempah.

“Cara memasaknya menggunakan bleduk kayu, sehingga baunya harum dan sedap. Makanan ini awet dan tidak bau,” ungkapnya.

Sedangkan untuk Wedang Sinom adalah minuman kesehatan yang terbuat gula aren, kunyit, dan daun asem.

“Khasiatnya sangat baik untuk tubuh. Di tubuh itu hangat, rasanya juga enak,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *