Cegah Ancaman Era Revolusi Industri 4.0

SEMARANG (Asatu.id) – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dalam amanatnya yang dibacakan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi mengatakan kemajuan teknologi yang mendatangkan era Revolusi Industri 4.0 terbukti mampu menuju peradaban baru manusia yang lebih maju.

Demikian dikatakannya saat memimpin upacara gelar operasi penegakan ketertiban (Gaktib) dan Yustisi Polisi Militer (POM) tahun 2019 yang dilaksanakan di Mako Pomdam IV/Diponegoro baru-baru ini.

“Namun perlu diingat, setiap kemajuan selalu memiliki paradoks yang berupa ancaman terhadap kemanusiaan itu sendiri,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, dinamika perubahan lingkungan strategis yang sedemikian cepat, telah menghadirkan berbagai bentuk ancaman kontemporer yang bersifat asimetris, proksi dan hibrida yang semakin mengemuka dan sulit diprediksi.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, untuk mengantisipasi meningkatnya kejahatan dengan menggunakan media sosial, media elektronik (kejahatan Siber dan ITE), prajurit Pom TNI harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dengan tujuan untuk dapat mencegah dan menindak kejahatan tersebut.

Hal ini dimaksudkan untuk membentengi pengaruh negatif dari penggunaan media sosial, dan media lainnya oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab yang ingin menjatuhkan nama baik TNI, baik secara individu maupun institusi melalui penyebaran berita bohong (hoax).

“Diharapkan tugas memelihara dan menegakkan hukum, disiplin serta tata tertib di lingkungan dan bagi kepentingan TNI harus berjalan maksimal,” ungkapnya.

Sehingga, imbuh dia, Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi dapat dikembangkan kearah peningkatan profesionalitas petugas dan subjek hukum melalui upaya edukasi karena esensi operasi ini adalah  proses lanjutan dari upaya pencegahan dan penyelesaian pelanggaran hukum bagi prajurit dan PNS TNI, sehingga kepatuhan terhadap norma, peraturan dan hukum dapat ditegakkan, baik atas kesadaran individu maupun secara struktural formal.

Panglima TNI berharap seluruh petugas Polisi Militer agar memiliki kesamaan persepsi dalam melaksanakan tugas di lapangan. Kesamaan itu, baik antarpolisi militer maupun dengan lembaga penegak hukum lainnya, sehingga tetap berpedoman pada kebijakan pimpinan TNI guna menghindari kesalahpahaman.

“Prajurit TNI harus bisa menjadi contoh baik dan teladan bagi masyarakat di lingkungannya. Pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit TNI cenderung akan dicontoh oleh masyarakat umum,” harap Panglima TNI.

Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, menambahkan dalam rangka mengahapi Tahun Politik 2019, telah ditegaskan kepada seluruh prajurit jajaran Kodam IV untuk memegang teguh netralitas dengan  tidak memberikan dukungan kepada salah satu kontestan. Selain itu, Kodam IV juga siap mem-backup Polri dalam tugas perbantuan menjaga ketertiban dan keamanan. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *